Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Senin, 29 Oktober 2018

Menolak Pemulihan Palu dan Donggala dengan Utang Luar Negeri!


Aji Salam
 (Forum Ekonomi Indonesia)

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Bank Dunia akan memberikan pinjaman utang kepada Indonesia dalam waktu jangka panjang. Pinjaman utang ini untuk pemulihan daerah terdampak bencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. "(Pinjaman) Itu kan biasa saja, Bank Dunia membantu atau memberikan loan jangka panjang. Apalagi dalam keadaan darurat begini," kata Wapres dalam keterangannya kepada media, di Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie Palu, Jumat (5/10). (https://republika.co.id/berita/ekonomi/keuangan/18/10/05/pg4koe383-bank-dunia-kasih-utang-jangka-panjang-untuk-sulteng)

Catatan Sikap
1. Ideologi demokrasi dengan kapitalisme sebagai basis kekuatan yang dikembangkan dunia terutama amerika, eropa dan negara-negara maju, punya pengaruh yang kuat terhadap utang ini. Karena dalam alam demokasi , Utang telah menempati peran penting melalui mekanisme ekonomi kapitalis. Dalam konsep kapitalisme yang sudah kita pelajari dari mulai kita sekolah sampai dengan tingkat praktisi, sudah diarahkan dan dibenamkan pemikiran kita bahwa Utang mengambil peranan yang penting dari mulai penempatan modal awal yang akan digunakan untuk memulai suatu usaha sampai dengan ekspansi bisnis yang dilakukan oleh indivisu maupun perusahaan.

2. Dampak langsung dari utang ribawi yaitu cicilan bunga yang makin mencekik. Dampak kebiajakan utang luar negeri membuat Indonesia makin terjepit dan terbelenggu dalam kebijakan-kebijakan yang dibuat negara Donor. Hal ini sangat beralasan karena mereka sendiri harus menjaga, mengawasi dan memastikan bahwa pengembalian dari pinjaman tersebut plus keuntungan atas pinjaman, mampu dikembalikan.

3. Alih-alih untuk memfokuskan pada kesejahteraan rakyat, pada akhirnya adalah konsep tersebut asal jalan pada periode kepemimpinannya, juga makin membuat rakyat terjepit karena mengembalikan pinjaman tersebut diambil dari pendapatan negara yang harusnya untuk dikembalikan kepada rakyat yaitu kekayaan negara hasil bumi dan Pajak. Pemberian utang adalah sebuah proses agar negara peminjam tetap miskin, tergantung dan terjerat utang yang makin bertumpuk-tumpuk dari waktu ke waktu.

4. Bagi lembaga-lembaga keuangan imperialis, tujuan mereka memberi utang bukanlah untuk membantu negara lain, melainkan untuk kemaslahatan, keuntungan, dan eksistensi mereka sendiri. Mereka menjadikan negara-negara pengutang sebagai alat sekaligus ajang untuk mencapai kepentingan mereka. Dokumen-dokumen resmi AS telah mengungkapkan bahwa tujuan bantuan luar negeri AS adalah untuk mengamankan kepentingan AS itu sendiri dan mengamankan kepentingan “Dunia Bebas” (negara-negara kapitalis). Pada akhir tahun 1962 dan awal tahun 1963 di AS muncul debat publik seputar bantuan luar negeri AS bidang ekonomi dan militer. Maka kemudian Kennedy membentuk sebuah komisi beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat, yang diketuai oleh Jenderal Lucas Clay, untuk mengkaji masalah ini. Pada minggu terakhir Maret 1963, komisi itu mengeluarkan dokumen hasil kajiannya. Di antara yang termaktub di sana, bahwa tujuan pemberian bantuan luar negeri dan standar untuk memberikan bantuan adalah “keamanan bangsa Amerika Serikat dan keamanan serta keselamatan ‘Dunia Bebas’.” Inilah standar umum untuk seluruh bantuan ekonomi ataupun militer.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox