Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Selasa, 23 Oktober 2018

Jangan Kau Bakar Panji Rosulullah, Muliakanlah dan Jagalah…



Abu Inas
(Tabayyun Center)

Pada saat  kaum Muslim menyerang dan mengepung benteng-benteng Yahudi Khaibar, tetapi mereka belum berhasil mengalahkan musuh hingga Rasulullah SAW bersabda: “Besok akan kuserahkan bendera perang (ar Rayah) ini kepada seseorang yang Allah dan Rasul mencintainya dan dia pun mencintai Allah dan RasulNya. Allah akan memenangkan kaum Muslimin lewat tangannya.”

Para sahabat bergembira dengan kabar ini dan semua berharap agar bendera tersebut akan diserahkan kepadanya, hingga Umar ra berkata, “Aku tidak pernah berambisi terhadap kebesaran, kecuali pada waktu ini.”

Pada pagi hari itu sahabat bergegas berkumpul di hadapan Rasulullah. Masing-masing berharap akan diserahi bendera komando. Akan tetapi, Rasulullah bertanya, “Dimanakah Ali?" Mereka menjawab, “Dia sedang sakit mata, sekarang dia berada di perkemahannya.” Rasulullah  mengatakan, “Panggillah dia.” Maka mereka memanggilnya.

Kemudian Ali datang dalam keadaan sakit mata lalu Rasulullah meludahi matanya dan sembuh seketika, seakan-akan tidak pernah merasakan sakit. Beliau menyerahkan panji arrayah dan berwasiat kepadanya. “Ajaklah mereka kepada Islam sebelum engkau memerangi mereka. Sebab demi Allah, seandainya Allah memberikan hidayah seorang diantara mereka lewat tanganmu maka itu sungguh lebih baik bagimu daripada  onta merah (harta bangsa arab yang paling mewah ketika itu.” (HR. Muslim).

Kemuliaan bendera tersebut menjadi salah satu kebanggaan bagi para pembawanya, tak terkecuali para sahabat yang Allah muliakan. Mereka berlomba-lomba menawarkan diri membawa bendera tersebut. Apalagi jika langsung diamanahi oleh Rasulullah, tentu akan senang sekali.  Mereka akan berusaha untuk menjaga dan melindungi walau nyawa taruhannya.

Subhanallah, begitu mulianya panji Rasulullah. Oleh karena itu harus dijaga kemuliaannya. Panji Rasulullah merupakan panji tauhid yang merupakan bendera kaum Muslim. Ingat ya, warna yang hitam (rayah) dan putih (Liwa), bertuliskan Tauhid. Panji inilah yang akan mempersatukan umat Islam.

Bendera/panji Rasulullah memiliki makna yang mendalam yang terlahir dari ajaran Islam. diantaranya adalah:

Pertama, sebagai lambang aqidah Islam karena pada Al-Liwa’ dan Ar-Rayah tertulis kalimat syahadat: Laa ilaha illallah Muhammad Rasulullah. Kalimat yang membedakan Islam dengan kekufuran. Kalimat yang menyelamatkan manusia di dunia dan akhirat.

Kedua, sebagai pemersatu umat Islam. Kalimat Laa ilaha illallah Muhammad Rasulullah sebagai satu kesatuan tanpa memandang keanekaragaman warna kulit, bahasa, kebangsaan ataupun mazhab.

Ketiga, sebagai simbol kepemimpinan. Faktanya, Al-Liwa’ dan Ar-Rayah itu selalu dibawa oleh komandan perang pada zaman Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin. Misalnya pada saat perang Khaibar, Rasulullah bersabda, “ Sungguh aku akan memberikan Ar-Rayah ini kepada seorang laki-laki yang mencintai Allah dan RasulNya. Allah akan memberikan kemenangan kepada dirinya.

Keempat, sebagai pembangkit keberaniaan dan pengorbanan dalam perang. Makna ini akan dirasakan dalam jiwa pasukan dalam kondisi perang. Karena pasukan akan terbangkitkan keberaniaannya ketika melihat benderanya masih berkibar-kibar.

Kelima, sebagai sarana untuk menggetarkan musuh dalam perang.
Semenjak keruntuhan Khilafah di Turki tahun 1924. Negeri-negeri Islam terpecah belah atas dasar konsep nation-state (negara bangsa) mengikuti gaya hidup Barat. Alhasil, masing-masing negara bangsa mempunyai bendera nasional dengan berbagai macam corak dan warna. Sejak saat itulah Al-Liwa’ dan Ar-Rayah seakan-akan tenggelam dan menjadi sesuatu yang asing ditengah masyarakat muslim.

Kondisi inilah yang mengakibatkan muculnya pandangan curiga dan sinis dari penguasa sekuler terhadap bendera Islam yang bertuliskan Kalimat Laa ilaha illallah Muhammad Rasulullah. bendera yang dicontohkan sendiri oleh Rasulullah saw ini pun kemudian dicap atau dihubungkan dengan terorisme atau radikalisme.

Alhasil, marilah saatnya umat Islam sadar dan kembali pada ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah saw termasuk dalam persoalan bendera Islam ini. Karena ini juga merupakan bukti akan syahadat kita.

1 komentar:

Adbox