Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Senin, 17 September 2018

Saudara-Saudara Kita Butuh Perlindungan: Bangladesh Menolak! Indonesia Juga Menolak?


Ilham Efendi
 (Resist Invasion Center)

"Kami tidak berpikir untuk mengasimilasi mereka di Bangladesh. Mereka milik Myanmar," kata Menteri Luar Negeri Bangladesh Shahidul Haque di sela-sela Forum Ekonomi Dunia tentang ASEAN di Hanoi, Vietnam. Beginilah sikap rezim Myanmar yang abai terhadap urusan saudara-saudaranya yang ditindas rezim Myanmar. "(Pengungsi) Rohingya akan tinggal di kamp-kamp pengungsi sampai mereka kembali ke Myanmar atau dimukimkan di negara lain," kata Haque seperti dikutip dari Reuters, Kamis (13/9/2018).

Dikabarkan sekitar 700 ribu pengungsi Rohingya menyeberang dari bagian barat Myanmar yang sebagian besar beragama Buddha ke Bangladesh mulai Agustus tahun 2017. Eksodus itu terjadi ketika serangan gerilyawan Rohingya terhadap pasukan keamanan Myanmar memicu tanggapan militer. Ironis, kita melihat lemahnya reaksi negara-negara internasional terhadap peristiwa Rohingya.

Indonesia kami harapkan bisa menjadi penolong muslim Rohingya, minimal mampu menjadi tuan rumah untuk menjadi tempat bermukim bagi seluruh saudara muslim yang teraniaya dan terusir. Umat Islam Rohingya di Myanmar sebagai orang-orang yang paling sering mengalami persekusi di dunia. Mereka ditolak di negara sendiri, tidak diterima oleh beberapa negara tetangga, miskin, tak punya kewarganegaraan dan dipaksa meninggalkan Myanmar dalam beberapa dekade terakhir.

Tak hanya itu saja, di wilayah Rakhine (negara bagian barat Myanmar) yang merupakan kampung halaman umat Islam kelompok Rohingya berasal, kerap terjadi peristiwa mengenaskan, seperti perkosaan, pembunuhan, pembakaran rumah, yang ditutupi faktanya oleh Pemerintah Myanmar. Sedangkan bentuk diskriminasi terhadap kelompok Rohingya tak diakuinya sebagai warga negara dan menganggapnya pendatang gelap dari Bangladesh. Hal tersebut bukan hanya dialami kelompok Rohingya, tetapi oleh sebagaian besar kalangan di Myanmar pula.

Kami turut berduka, Negara-negara muslim tidak mampu menghukum rezim kriminal Myanmar. Sudah begitu, Negara-negara yang berbatasan dengan Myanmar bersedia menerima pengungsi muslim Rohingya. Bukan sebaliknya, justru mengusirnya kembali ke Myanmar. Bangladesh menolak untuk memberi perlindungan pemukiman dan hak-hak konstitusi secara legal kepada saudara-saudara kita! Apakah Indonesia yang dipimpin Presiden Jokowi mau menerima mereka?



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox