Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Rabu, 05 September 2018

PERINGATAN PLATO DAN SEMUA TENTANG KITA



Oleh : Muhammad Alauddin Azzam (Pegiat Literasi)


"Bahaya ketiga demokrasi ialah bahwa ia dapat merosot menjadi anarki"

(Plato, The Republic)


Plato telah memperingati kita. Termenunglah kita dalam memikirkan semua tentang kita hari ini.  Plato dengan tegasnya berkata bahwa dangerous of democracy, bahaya demokrasi salah satunya adalah anarki.  Anarki yang dimaksud adalah kehilangan semua rasa keseimbangan, disiplin diri, dan penghormatan kepada hukum.

Kondisi anarki tersebut ditengarai oleh adanya mabuk oleh kebebasan sehingga para warga negara dari suatu demokrasi dapat kehilangan semua rasa keseimbangan, disiplin diri, dan penghormatan kepada hukum.

Plato dalam The Republic, melanjutkan kata-katanya soal bahaya yang mengintai kita akhir-akhir ini.

"Warga negara menjadi begitu peka sehingga mereka membenci penerapan kendali yang paling kecil pun karena dianggap sebagai tirani yang tidak dapat ditolerir, dan dalam tekad mereka untuk tidak mempunyai penguasa, berakhir dengan mengabaikan hukum yang tertulis atau yang tidak tertulis."

Plato mengatakan hal-hal demikian disebabkan adanya kondisi psikologis akibat dampak sosiologis dari kondisi politik Kota Athena, Yunani waktu itu. Ketidakpatuhan warga negara kepada hukum terjadi. Keserampangan warga negara terhadap aturan-aturan demokrasi dilabrak. Ketidakstabilan negara terjadi. Dengan begitu, keluarlah kata-kata Plato yang sampai kepada kita.

Sekarang, bagaimana dengan kita ? Apakah kondisi psikologis Plato juga muncul di dalam jiwa-jiwa kita ? Apakah kegelisahan Plato juga hinggap di kepala-kepala kita ? Apakah kondisi demokrasi hari ini bergejolak layaknya zaman Plato ? Kita coba telisik apa yang terjadi dalam kondisi tentang kita hari ini.

Kita bisa saksikan dan berpikir sejenak kejadian-kejadian hari ini seperti Plato melihat negaranya yang sudah amburadul. Kita bisa merasakan seperti perasaan Plato ketika sistem politik demokrasi menjadi anarki dan tirani. Kita bisa berkeluh kesah sebagaimana Plato berkeluh kesah. Tinggalah bicara jujur dan terbuka tentang kondisi kita.

Kejadian persekusi terhadap akademisi, aktivis, bahkan ulama menjadi bukti bahwa negara ini tidak baik-baik saja. Ada sikap tirani dan anarki yang muncul belakangan ini. Ada ketidakpatuhan terhadap hukum. Ada keserampangan dalam perjalanan-perjalanan sistem politik kita hari ini.

Apakah kejadian yang dialami Plato terjadi juga kepada kita hari ini ? Apakah kita merasakan yang Plato rasakan tentang bahaya sistem politik demokrasi hari ini ?

Maka, dengarkanlah, rasakanlah, dan sadarilah...

Kata-kata Peringatan Plato dan Semua Tentang Kita.


04/09/2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox