Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Senin, 24 September 2018

Pemuda - Pemudi, Bangkitlah!


Endah Sulistiowati
(Dir. Muslimah Voice)

Indonesia, sungguh membanggakan menjadi bagian dari negara ini. Mendapat julukan sebagai Jamrud Khatulistiwa, tanahnya subur, SDA pun melimpah.  Jangan takut kelaparan tinggal di sini, karena kata para seniman tongkat dan Batu bisa jadi tanaman. Namun sekarang?

Dimana kemakmuran itu, kenapa semakin menjauh, seolah-olah enggan menghinggapi ratusan juga rakyat Indonesia. Lihat saja harga-harga melambung tinggi, perekonomian semakin terpuruk bersama dengan terus melemah nya nilai tukar Rupiah terhadap dolar. SDA hampir semua sudah terjual, alih-alih untuk kemakmuran rakyat Indonesia, justru untuk mengenyangkan segelintir manusia saja.

Apakah wakil rakyat diam saja? Hhh apa yang bisa diharap kan dari para wakil rakyat itu? Seolah setali tiga uang dengan penguasa negri ini, mereka hanya bisa mengamini setiap langkah penguasa. Dan yang membuat semakin geram iyalah seolah pemerintah dan wakil rakyat anti kritik dengan menutupi telinganya rapat-rapat.

Kalau sudah begini, rakyat harus bagaimana? Apakah diam saja?  Atau cukup dengan bersabar saja? Bukankah Allah berfirman dalam surat Ar Ra'du ayat 11 "Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum, kecuali jika mereka mengubah diri mereka sendiri". Mungkin dari segi kemampuan kita tidak banyak berharap pada generasi tua di negeri ini, namun Indonesia dengan jumlah penduduk 260 juta lebih memiliki tidak kurang dari 60 juta generasi muda yang produktif. Apa iya, para generasi muda ini mau terus-menerus hidup dalam bayang-bayang kesengsaraan.

Jika melihat sejarah dari jaman ke jaman, esensi keterlibatan pemuda dalam merubah dan mengarahkan  sejarah sangat kental sekali. Dimulai dari jaman kenabian, para nabi diangkat dari kalangan pemuda, karena dalam tahapan inilah mereka betul-betul matang secara fisik dan psikis. Dan sejarah pun terus bergulir, diera penjajahan Belanda, perlawanan pun di kobarkan oleh para pemuda dilanjutkan di masa kemerdekaan, pergantian orde lama ke orde baru, orde baru menuju era reformasi. Tak bisa dipungkiri bahwa pemuda selalu berada di garda terdepan.

Saat ini, harapannya rakyat Indonesia kembali digantung kan ke pundak para pemuda. Untuk berani berteriak lantang, mengguncang kenyamanan penguasa, membangunkan keterlenaan mereka dan memberikan struman tajam. Sehingga tidak cukup membuat para penguasa ini menggeliat kesakitan tapi benar-benar tahu dan merasakan ketertindasan rakyat.

Kita sangat paham, tidak mudah bicara kritis hari ini. Sejumlah UU ITE sudah disiapkan penguasa bagi siapa saja yang berani bersuara lantang. Belum lagi UU terorisme yang siap menjerat siapa saja yang sudah ditargetkan. Namun yakinlah diatas langit masih ada langit. So pemuda,  bersiaplah sekarang juga untuk keluar dari zona-zona aman kalian. Bergabunglah dengan barisan-barisan yang sudah berangkat terlebih dahulu, suarakan kebenaran sejati, suarakan jeritan rakyat, bergeraklah!  Kami mendukung kalian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox