Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Selasa, 18 September 2018

Melawan Komunisme dan PKI Secara Total!


Aminudin Syuhada
 (Dir. LANSKAP)

PKI (Partai Komunisme Indonesia) adalah duri dalam daging NKRI. Secra historis, jargon Naskom (Nasionalis, Agama, Komunis), dan memberi angin segar kepada kader, anggota, pendukung dan simpatisan PKI yang mayoritas adalah orang-orang miskin dari kalangan buruh, tani, dan nelayan.

Partai ini cepat mendapat dukungan dari kalangan masyarakat bawah, karena masalah “perut”, yaitu keadilan dalam bidang ekonomi. Rezim Orde Baru yang dipimpin Soeharto berhasil menghabisi PKI, tetapi melanggengkan liberalisme dan kapitalisme. Begitu pula, rezim Orde Reformasi. Kegagalan pembangunan ekonomi Indonesia berpotensi besar menjadi entri point bangkitnya kembali neo-PKI dan kekuatan lama yang telah dihancurkan.

Hari ini sebagian kalangan menilai bahwa isu PKI adalah hoax dan hanya sebagai komoditas politik. Namun kita khawatir, para ideolognya merubah dan membuat strategi dengan menyusup ke pusat-pusat kekuasaan, partai-partai politik, lembaga-lembaga negara dan menjadi pemimpin di daerah, di LSM dll. Ingat ideologi tidak mati, kita patut waspada roh komunis yang sekarang masih tersimpan di dada pemikir-pemikir komunis bangkit lagi membangun sel-sel kekuatan dan jaringan.

Ada banyak pemikir khawatir bila terdapat, sekali lagi bila terdapat usaha-usaha yang sistematis yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu yang berusaha membangkitkan kembali komunisme (PKI). Komunisme merupakan ancaman yang bersifat laten, dan melakukan perebutan kekuasaan dengan jalan kekerasan. Seperti ‘Madiun Affairs’ tahun l948,  dan kemudian tahun l965, pemberontakan PKI, yang memakan korban, termasuk sejumlah jenderal yang dibunuh oleh PKI.

Di saat yang sama kita perlu waspada atas ekspansi politik, ekonomi, militer dan ideologi Cina. Cina masih tetap bertumpu kepada komunisme. Jaringan negara atau struktur negara di kuasai atau diisi oleh kader-kader komunis. Mulai dari stelsel yang paling bawah sampai ke tingkat presiden dan perdana menteri diisi oleh kader-kader komunis. Semua stelsel dan struktur birokrasi dan kekuasaan di Cina, semuanya dipegang oleh kader-kader dan tokoh komunis, yang secara ideologi mereka sanggat matang.

Cina memiliki 10 juta kader komunis yang menggenggam negara yang berpenduduk 1,3 miliar. Tidak ada kekuatan di dunia memiliki kemampuan yang begitu besar, secara ideologi dan pendukung ideologi kemunisme, kecuali Cina. Sekarang Cina menjadi satu-satunya super-power di dunia, dan dibangun diatas landasan ideologi komunisme. Inilah masalah yang bakal dihadapi masa depan dunia secara global. Kekuatan Cina, dan kekuatan militernya, serta kader-kader komunisme yang militan, dan memiliki komitmen secara konsisten (istiqomah), di tengah-tengah perubahan dan situasi global. Cina komunis yang didukung kekuatan militer, dan kader- kader komunis sangat militan, bisa menjadi ancaman kawasan, khusunya di Asia.

Musuh ideologi Islam bukan hanya kapitalisme yang saat ini diwakili Amerika sebagai Negara adidaya dunia, tetapi juga komunisme yang diwakili Cina dan menuju kebangkitannya untuk menguasai sebagian regional dunia. Ideologi itu tidak pernah mati termasuk juga komunisme selagi ada yang mengusungnya. Yang membedakan itu apakah ideologi masih diterapkan oleh negara atau tidak. Komunisme meskipun dari sisi penerapan negara sudah bangkrut tapi masih disebarluaskan oleh penganutnya, ini tampak dari berkembangnya paham ateisme, sosialisme, komunisme di kampus-kampus dan di situs-situs,dll.

Ide komunisme ini masih bisa berkembang, atas nama HAM, kebebasan berpendapat memberikan peluang penyebaran ideologi ini. Di situlah umat Islam membutuhkan negara yang melindungi umat Islam baik secara fisik maupun pemikiran. Saat ini, belum ada sehingga benteng pertahanan aqidah umat secara efektif terhadap bahaya komunisme terbatas pada kelompok-kelompok dan individu-individu Muslim semata. Padahal, musuh secara nyata yaitu kapitalisme dan komunisme masing-masing sudah diwakili oleh sebuah Negara yang saat ini aktif menanamkan pengaruhnya masing-masing di Indonesia dan negeri-negeri muslim di seluruh dunia. Dari sinilah perlunya kita membangun benteng umat yang hakiki yang akan mengalahkan hegemoni kapitalime dan komunisme.

1 komentar:

  1. Setiap kita sebagai muslim wajib waspada dan selalu merapat kan barisan

    BalasHapus

Adbox