Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Kamis, 13 September 2018

CUKUP, JANGAN KELABUI RAKYAT TERUS



Aminudin Syuhadak
LANSKAP

Untuk membuktikan kapabilitas seorang pemimpin tentu waktu empat tahun berkuasa seharusnya bisa dimanfaatkan untuk menghadirkan sebuah perubahan yang menggembirakan untuk rakyat. Bukan justru sebaliknya, kegaduhan demi kegaduhan terus saja diproduksi. Slapstik politik berulang kali disuguhkan untuk membuat rakyat "terlupa" derita nyata mereka.

Misal, beberapa waktu lalu eforia Asian Games sukses mendominasi perhatian publik hingga terlalai dari ancaman dollar yang sewaktu-waktu bisa merontokkan ekonomi nasional.  Hanya karena terbuai "sukses" Asian Games, suatu event hedonistik yang sebenarnya mustahil membuat mereka lebih sejahtera kecuali sekedar kebanggaan semu sesaat saja. Apakah gas elpiji menjadi tidak langka dan lebih murah karena berhasil mendulang 31 emas Asian Games?

Memprihatinkan, ketika jurang siklus krismon 10 tahunan kembali menganga akibat depresiasi rupiah terhadap dollar justru rakyat disuguhi kehebohan drama pemilihan ketua Timses kampanye pilpres? Coba dipikir lagi apakah dipilihnya Erick Thohir sebagai ketua timses petahana bisa membuat kurs rupiah menjadi 10 ribu/ dollar?

Perhatikan juga, saat rakyat lombok belum terjaga 100% dari masa berkabung akibat gempa berantai, secara ironis mereka malah berpesta pora menghamburkan triliunan rupiah di Stadion GBK untuk sekedar closing ceremony. Padahal masih ada kantong-kantong pengungsian di Lombok Barat yang kurang logistik dan mulai terancam aneka wabah penyakit menular.

Sudah semestinya pemerintah lebih peka kepada kesulitan rakyat. Negeri ini membutuhkan kerja nyata pemimpinnya, rakyat sudah jengah dengan pencitraan demi pencitraan. Empat tahun betkuasa rupanya rezim ini terindikasi kuat gagal memenuhi ekspetasi publik.

Keinginan rakyat untuk tidak pening setiap malam hanya karena memikirkan besok hutang kemana lagi untuk menutup hutang yang lainnya, untuk tidak bingung lagi saat harus membayar biaya sekolah anak-anak, juga untuk tak harus gelisah saat ingin berobat, atau hanya untuk ingin hidup terasa sedikit lebih lapang, rupanya terlalu berlebihan untuk rezim ini. Benar demikian?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox