Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Sabtu, 18 Agustus 2018

Ka'bah yang Menjadi Saksi



dr. M. Amin

Siaran live tv saudi menyiarkan suasana seputar ka'bah dan masjidil haram 24 jam setiap harinya. Jamaah haji dapat mengakses siaran ini dari kamar hotel masing-masing.
Dari layar tv jamaah dapat melihat bahwa sekitar ka'bah padat berjubel atau tidak, sehingga dapat pula merencanakan kapan waktu yang tepat untuk melaksanakan tawaf, ibadah berjalan kaki mengelilingi ka'bah sebanyak 7 kali. Namun jangan dikira bahwa waktu-waktu padat berjubel itu berpola, tidak. Meski sebenarnya tawaf dapat dilakukan di lantai 2, 3, bahkan atap mesjid. Semua lantai itu padat dipenuhi jamaah. Kadang selesai subuh padat, kadang tidak, dan seterusnya. Jadi yang terpenting lakukan saja kapanpun dengan niat lillahi ta'ala, karena Allah ta'ala.

Jamaah haji berasal dari seluruh penjuru dunia, lintas benua dan samudera. Jumlah mereka sangat banyak. Tahun 2018 ini tidak kurang dari 4 juta jamaah, kuota jamaah haji Indonesia mencapai 221 ribu, hampir seperempat dari total penduduk kabupaten Ngawi dimana penulis berasal.

Ada rasa haru menyeruak di dalam dada menyaksikan sedemikian banyak dan beragamnya jamaah. Berbagai suku bangsa dengan adat-kebiasaan dan bahasa yang berbeda melantunkan kalimat talbiah: labbaikallahumma labbaik. Kalimat yang isinya menyatakan ketaatan kepada Allah. Kalimat pengingkaran adanya sekutu bagiNya, kalimat pujian kepada Arrahman pemilik dan pemelihara jagat ini. Diselingi dengan doa2 istighfar memohon ampunan atas dosa-dosa diri sendiri,  kedua ayah-ibu,  dan kaum muslimin semuanya, subhanallah. Tak ketinggalan ucapan salam ta'dhim kepada kekasih yang dirindukan, Muhammad SAW. Allahumma shalli 'ala sayyidina muhammad.

Suasana terik dan berjubel tak menyurutkan niat para jamaah,  mereka tetap berbondong-bondong menuju mesjidil haram dengan hati yang penuh cinta dan kerinduan. Hati yang tunduk kepada Rabbul alamin. Hati yang merindu berjumpa dengan Yang Maha Rahman, rindu berjumpa dengan rasul terkasih.

Ketundukan itu suatu hari nanti akan mewujud dalam semua aspek kehidupan, dimana mereka akan menjauhi semua hal yang dilarang oleh Tuhan pemilik ka'bah. Mereka akan menjauhi riba dan akan meminta agar riba tak dijadikan back bone perekonomian negara.  Mereka akan menjauhi zina dan menuntut negara agar menjalankan hukum rajam dan cambuk bagi pezina sebagai ketundukan akan titah Tuhan yang mengutus muhammad kekasih mereka. Mereka juga akan menuntut agar kekayaan alam dijadikan sebagai kepemilikan rakyat yang dikelola negara untuk rakyat,  dan bukan diserahkan kepada perusahaan swasta. Karena begitulah yang mereka pahami dari sabda kanjeng rasul yang dirindukan. Dan mereka akan menuntut persatuan sebagaimana hari-hari di arafah mereka dapat bersatu dengan saudara-saudaranya dari seluruh dunia dalam naungan satu negara khilafah, karena itulah yang mereka pahami dari alquran maupun sunnah. Mereka melakukan itu semua sebagai bentuk ketundukan kepada Tuhan yang mereka cintai sebagaimana saat mereka tawaf bersama mengelilingi ka'bah.

Ketundukan ini menjadi tenaga dahsyat dalam mengakhiri kedzaliman negara penjajah yang selama ini atas nama investasi asing menjarah kekayaan alam mereka. Ketundukan ini juga akan mengakhiri berbagai pemerintahan boneka yang menjadi kepanjangan tangan negara penjajah.  Sebuah kekuatan dahsyat yang insyaallah tak lama lagi akan hadir.

Setiap saat ka'bah yang hebat menjadi saksi atas kebersamaan dan persatuan ummat. Saya dan anda akan senang dengan kebangkitan kekuatan ini. Masyaallah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox