Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Sabtu, 18 Agustus 2018

Filosofi STING



Abu Inas
(Pengasuh Tabayyun Center)

Lebah punya STING, lalat buah punya STING. Namun filosofi STING mereka jauh berbeda.

STING lebah adalah senjata untuk mengusir musuh. STING lalat buah adalah alat untuk menyuntikkan ratusan telur ke dalam daging buah. Setelah telur menetas buah jadi inang yg menghidupi larva lalat buah hingga larva bermetamorfosis menjadi lalat buah. Tentu saja buah tak pernah menyadari dirinya tersusupi larva lalat buah. ( Ya iyalah, namanya saja buah meski tergolong makhluk hidup tapi kan tidak punya kesadaran). Nah dalam dunia INTELIJEN perilaku lalat buah ini dicopi-paste menjadi STING OPERATION. Bahasa praktisnya dikenal dg PENYUSUPAN.  Targetnya adalah PEMBUSUKAN dari dalam sekaligus memproduk larva ( baca : calon calon pendukung )

Geliat kebangkitan Islam bak bola salju semakin ke sini semakin besar. Tentu saja membuat musuh Islam khawatir. Berbagai cara ditempuh untuk membendung. Membendung tidak mungkin karena gelomban terlalu besar maka dikanalisasi. Dikanalisasi tidak bisa maka STING OPERATION jadi pilihan.

Siapa saja yg sudah men-STING ke dalam tubuh kebangkitan umat Islam ? Satu persatu wajah telah ditampakkan oleh Allah. Mereka ternyata mendukung dan bergabung  dengan barisan seberang. Lalu mereka berharap larva larva  mereka dalam tubuh umat Islam akan bermetamorfosis jadi seperti mereka dan mendukung mereka. Tapi umat Islam bukan seempuk buah jambu berkulit kuning dalemnya merah merah. Umat telah terbangkitkan oleh  kepemimpinan berfikir Islami. Umat sudah terbekali dengan kesadaran politik dan kini cita cita mereka telah menjelma menjadi opini  umum. Terbongkarnya kedok para STING MAN tentu membuat prihatin tapi justru akan berbuah meningkatnya  kewaspadaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox