Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Selasa, 28 Agustus 2018

#2019GantiPresiden vs #2019TetapJokowi



Oleh: Ika Mawarningtyas, S. Pd.
Analis Muslimah Voice

Deklarasi #2019GantiPresiden yang dipimpin oleh Bunda Neno Warisman di Riau mengalami penghadangan, dan Bunda Neno membatalkan deklarasi. Tidak hanya terjadi di Riau, deklarasi yang dipimpin Ahmad Dhani di Surabaya juga mengalami penghadangan oleh sekelompok orang yang mengaku Banser.

Disisilain deklarasi yang diselanggarakan untuk mendukung kubu petahana berlangsung aman dan terkendali.

Ya, memang aneh. Banyak tudingan miring pada #2019GantiPresiden. Dari dituduh makar, memecahbelah, ditunggangi HTI, kampanye hitam, dan lain-lain.

Hal tersebut telah memicu konflik horizontal. Lagi-lagi umat Islam yang dirugikan. Kenapa dikatakan rugi? Karena masing-masing konflik untuk membela junjunganya dalam lingkaran demokrasi.

Umat Islam masih belum sadar. Siapapun yang terpilih mereka tetap dalam sandera demokrasi. Dalam demokrasi semua boleh berpendapat, tapi jika itu pendapat Islam, pendapat itu akan dikebiri.

Sudah terbukti belum ada negeri muslim berhasil menerapkan syariat Islam secara total dalam bingkai demokrasi. Karena demokrasi hanya menerima Islam sebagai agama ritual, bukan untuk mengatur segala aspek kehidupan.

Oleh sebab itu, umat sekarang diadudomba, terpecahbelah karena beda junjungan, hanya untuk menjadi pemimpin dalam sistem demokrasi yang bertentangan dengan syariat Islam.

Jika sekarang umat mau total memperjuangkan islam, gantilah presiden dengan khalifah. Karena hanya khalifahlah pemimpin yang akan memimpin dalam bingkai khilafah. Khilafah adalah institusi yang akan menerapkan syariat Islam secara total.

Umat jangan setengah-setengah. Jika memang ingin islam sebagi pengatur kehidupan, ya perjuangkan syariatNya secara total sebagai pengatur segala aspek kehidupan, jangan tebang pilih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox