Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Selasa, 17 Juli 2018

Tropi Piala Dunia dan Gunungan Emas di Papua


oleh: Lukman Noerochim (analis Forum Kajian Kebijakan Energi (FORKEI))

Pecinta bola menanti laga final memperebutkan tropi emas piala dunia 2018 antara Kroasia vs Perancis. Adalah Moskow, Rusia, salah satu kota penyelenggara Piala Piala Dunia 2018. Para penggila bola dan wisatawan menginjakkan kaki di kota ini. Tanpa diragukan sepakbola adalah cabang olahraga yang paling populer digemari banyak masyarakat dunia. Di event kali ini, miliaran pasang mata penggila bola di seluruh dunia, tertuju pada satu titik: Rusia.

Meski dari 195 negara berdaulat (sovereign states) menurut versi PBB, hanya 32 yang bertanding di ajang Piala Dunia, tapi gaungnya di seantero dunia, sampai hampir setiap sudut obrolan santai yang kita temui orang ngobrolin soal bola. Bahkan konon warga Cina membanjiri Rusia dan menghamburkan 6 triliun rupiah lebih, padahal negaranya tak masuk dalam 32 negara peserta Piala Dunia.

Kembali ke topic tropi emas piala dunia, yang diperebutkan banyak Negara. Maka penulis tegaskan kita adalah penduduk dari sebuah Negara yang kaya akan stok emas. Kaya raya! Bicara penguasaan emas di Papua oleh PT Freeport, namun ada pihak yang mengatakan bahwa Freeport direbut kembali, faktanya belum direbut. Transaksi belum terjadi karena ada isu-isu besar yang belum tuntas.

Dalam pandangan Islam, sumber daya alam yang berlimpah merupakan milik rakyat. Negara wajib mengelolanya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat. Maka perjanjian atau Kontrak Karya yang menyerahkelolakan tambang emas terbesar sedunia di Papua oleh pemerintah kepada PT Freeport Indonesia adalah batil. Dan mengamalkan KK tersebut merupakan bentuk kezaliman.

Mereka bisa mengambil emas dan produk ikutannya seperti tembaga, perak dan lainnya secara leluasa karena mereka bekerja berdasar kontrak yang dianggap absah penguasa negeri ini. Lalu mengapa kontrak yang tidak Islami itu bisa terus berlangsung sejak era Orde Baru hingga era Jokopwi ini? Mengingat semua presidennya beragama Islam, mayoritas anggota DPR dan rakyatnya Muslim? Karena syariah Islam tidak dijadikan patokan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox