Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Selasa, 17 Juli 2018

Sabar yang Produktif Menyikapi Pembantaian-Pembantaian Israel


Oleh: Abu Inas (Tabayyun Center)

Drone dan jet tempur militer Israel Sabtu (14/7) pagi melancarkan tiga serangan udara terhadap instalasi militer HAMAS di bagian tengah dan utara Jalur Gaza. Tidak ada laporan korban jiwa dari kejadian ini. Media lokal di Kota Gaza melaporkan saat pesawat awak dan jet tempur Israel terbang di atas wilayah Jalur Gaza, pesawat menembakkan rudal ke instalasi militer. Pria bersenjata di Jalur Gaza menembakkan tiga roket rakitan ke dalam Wilayah Israel Selatan. Serangan udara Israel terhadap Jalur Gaza adalah reaksi atas serangan granat tangan trhadap pasukan militer Israel di Kota Rafah, bagian selatan Jalur Gaza, di perbatasan dengan Israel. Bentrokan di bagian timur Jalur Gaza berlanjut pada Jumat (13/7) sebagai bagian dari pawai terbuka dan protes yang dinamakan 'Pawai Akbar Kepulangan', yang telah berlangsung sejak 30 Maret. Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan 137 orang Palestina telah tewas dan lebih dari 16 ribu orang lagi telah cedera sejak 30 Maret. (https://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/18/07/14/pbueis368-jet-tempur-israel-serang-instalasi-di-jalur-gaza)
Catatan

1. Dunia muslim selalu dihadapkan pada berbagai penindasan dan bencana. Semua ini membutuhkan kesabaran dan kekuatan. Jika tidak, kita akan terseret arus lalu lenyap.
"Dzat Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun." (QS. Al-Mulk: 2)
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?" (QS. Al-Ankabut: 2)

2. pesawat-pesawat Israel berlalu lalang membombardir manusia dan bangunan dengan tetap aman dari setiap serangan dan bahaya. Sementara penguasa di Negara Arab memposisikan diri sebagai pengamat yang bersikap netral, bahkan, mereka berpihak kepada musuh. Publik menilai mereka tak ubahnya ahli seminar dan KTT, sambil sibuk mengamati pesawat-pesawat tempur Israelyang terbang silih-berganti, lalu menghitung korban yang tewas dan terluka.

3. Saat darah kaum muslim mendidih melihat kejatan Israel, mereka langsung diminta bersabar, sabar dan… sabar. Sementara Israel akan terus mencaplok Palestina lebih dari yang dicaplok pada tahun 1967 selama mereka belum dikalahkan dalam sebuah peperangan, dan selama entitas mereka belum bisa dihancurkan. Karena itu, mereka terus menghapus berbagai inisiatif dari berbagai lembaga internasional, lebih dari apa yang pernah dihapus, baik dengan menggerogoti perbatasan dengan pembangunan tembok, maupun dengan pembangunan pemukiman.. atau dengan mempersempit isu pengungsi, hingga nyaris sebagian dari mereka, termasuk semuanya, tidak bisa dikembalikan ke Tepi Barat dan Gaza. Atau dengan mengubah wajah al-Quds yang diberikan oleh mereka. Sementara Israel yakin bisa merealisasikannya, sebab pihak yang menuntut kemerdekaan atas Palestina yang dicaplok tahun 1948, telah menarik diri dari tuntutan atas bagian lain yang dicaplok tahun 1967, tanpa rasa bersalah.

4. Musibah yang menimpa rakyat Palestina sebenarnya terletak pada diri penguasa sekeliling mereka. Penguasa liberal inilah yang telah dengan suka rela menikmati kebohongan yang mereka lakukan terhadap publik. Mereka kreatif dalam memutarbalikkan fakta. Mereka bersaksi atas diri mereka dengan keburukan. Mudah-mudahan penjelasan ini akan membangunkan orang yang tertidur, menyadarkan orang yang berkhianat, atau mengembalikan akal orang yang tak tersadarkan. Allah SWT. berfirman: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) serta jangan pula kalian mengkhianati amanat-amanat yang telah dipercayakan kepada kalian, sedangkan kalian mengetahuinya. (Q.s. al-Anfal [8]: 27).

5. Sabar yang produktif apabila mengikuti jalan Islam. Islam dengan tuntunannya adalah solusi dari setiap problem umat. Andai saja para penguasa negeri Islam berpegang teguh pada al-Quran dan Sunnah Rasulullah saw., seharusnya mereka menyerukan jihad (perang) dan membuka pintu-pintu perbatasannya dengan Palestina, seraya menggerakkan semaksimal kekuatan tentara yang mereka miliki. Inilah yang wajib mereka lakukan dalam rangka memenuhi seruan Allah SWT: Jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam urusan agama, maka kalian wajib menolong mereka. (QS al-Anfal [8]: 72). Penguasa Muslim seharusnya mengubur rasa takut dan kecemasan atas kekuatan semu Israel dan bangsa-bangsa pendukungnya. Fakta membuktikan, Israel bisa dikalahkan oleh Hizbullah, yang notabene bukan negara. AS mengalami kebangkrutan besar dalam perang di Afganistan dan Irak karena tidak mampu mematahkan perlawanan para mujahidin. Sesungguhnya orang-orang zalim sangat takut terhadap kekuatan umat Islam (Lihat: QS al-Hasyr [59]: 13).










Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox