Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Selasa, 17 Juli 2018

Kemarau Panjang Tegaknya Keadilan


Ahmad Rizal (Dir. Indonesia Justice Monitor)

UU ITE, UU Ormas, UU Terorisme, UU migas, UU Penanaman modal dan sepaket UU lainnya termasuk implementasinya dianggap mencederai bagi keadilan rakyat. Rakyat telah disuguhkan kebohongan demi kebohongan yang menciderai nilai nilai hukum, dimana hukum tidak lagi diletakan pada posisi keadilannya dihadapan rakyat, tetapi lebih kepada kepentingan perorangan atau kelompok tertentu.

Dan ketika ada slogan “ Hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas” kira nya itu bukan sebuah cibiran yang lahir dari tingkat kesadaran manusia yang jeli, namun saat ini hal tersebut merupakan perasaan alami sebagaian besar masyarakat yang menyaksikan berbagai manufer sandiwara yang menghiasi berbagai laman berita.

Krisis keadilan? Kita sendiri disuguhkan ada koruptor yang  tersentuh hukum, ditangkap dan diadili kemudian akan berakhir dengan putusan bebas atau hukuman yang terbilang rendah, sama persis dengan kasus lainnya,seperti kasus besar yang merugikan dana negara yang tidak sedikit. Mirisnya sampai hari ini masih belum selesai dan entah sampai kapan akan berakhir kepada sebuah keputusan yang adil.

Sebagian penegakan hukum di Indonesia dianggap menunjukkan pengabaian atas rasa keadilan manusia oleh sistem peradilan. Begitu banyak kita temmukan potret para keluarga yang dengan susah payah berjuang untuk menerima keadilan dari sebuah model hukum yang gagal dalam melindungi rakyat. Potret penegak hukum yang memiliki reputasi korup dan rusak.

Banyak ketidakadilan terjadi pada rakyat kecil, kasus pencurian yang nilainya tidak seberapa dibandingkan para koruptor berakhir dipengadilan dan dijatuhkan vonis hukum yang terlihat lebih berat, bahkan ada individu yang melaporkan sebuah pelanggaran hukum malah ditangkap, lalu ada individu yang menyebarkan berita kebenaran ditangkap dan diadili, ada yang baru diduga melakukan makar kemudian sudah ada perintah proses untuk ditangkap, bahkan para mahasiswa yang melakukan aksi damai mengkritik kinerja suatu badan eksekutif ditangkap dan mendapatkan perlakuan yang tidak baik. Seolah-olah siapa saja yang mencoba untuk menggangu sebuah kepentingan maka dia akan berhadapan dengan hukum.

Ingat, ketimpangan dalam penegakan hukum akan melemahkan kepolisia, peradilan dan sistem hukum Indonesia, dan bias jadi semakin menyingkap tabir kelamnya sistem hukum saat ini. Apalagi semakin terungkapnya berbagai fakta upaya tanpa henti dari masyarakat agar suara mereka didengar untuk tuntutan keadilan di meja hijau. Ini membawa kesadaran terhadap korupsi dari sistem hukum dan pidana yang cacat.

Keadilan tidak diberikan kepada keluarga dan korban hanya dengan mengeluarkan jerih payah, keringat dan air mata dikeluarkan. Kadang muncul kesan penguasa berparade mengklaim menciptakan kemakmuran sebagai benteng rakyat kecil tetapi tidak dapat memberikan keadilan cepat kepada nasib rakyat miskin.

Pada titik inilah, kita berdoa dan berikhtiar agar para masyarakat makin berani tidak tertipu oleh permainan-permainan kapitalisme dan intrik-intriknya; dan bahwa rakyat harus terus bergerak menuju perubahan nyata. Pemerintah terpilih yang bertanggung jawab, yang bukan untuk kepentingan elit yang sempit, atau untuk kepentingan kekuatan asing, tetapi untuk menjaga urusan semua warga negara. - Tanpa memandang ras, agama atau jenis kelamin. []










Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox