Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Sabtu, 10 Maret 2018

War on Hoax!



Ahmad Rizal (Dir. Indonesia Justice Monitor)

Hoax diperangi, para penyebarnya diburu. literasi digital digiatkan, masyarakat diajak memerangi kabar bohong, setidaknya ini menjadi program pemerintah saat ini. Sebelumnya pihak kepolisian mengungkap kelompok Saracen dan sekarang MCA. Para penyebar hoax terancam dikenai Pasal 45A ayat (2) joPasal 28 ayat (2)UU ITE 11/2008 ITE jo Pasal 4 huruf b angka 1 UU 40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau Pasal 33 UU ITE.
Ustaz Bachtiar Nasir memberikan tanggapan mengenai pengungkapan kasus hoaks yang dilakukan orang yang mengaku muslim cyber army (MCA). Dalam pandangannya MCA yang ditangkap polisi bukanlah dari MCA yang sebenarnya. Hal ini disampaikan Ustaz Bachtiar disela-sela menghadiri tablig akbar persatuan, yang digelar Young Islamic Leader (YI-Lead) dengan aliansi ormas Islam Sukabumi di Masjid Agung Sukabumi, Ahad (4/3) sore. "Tentang hoaks, tadi saya baca di satu media bahwa penyebar hoaks atas nama MCA bukanlah dari MCA, “ kata Ustaz Bachtiar yang hadir di Sukabumi sebagai Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI). (republika.co.id, 4/3/18)
Tak hanya itu, Menkominfo RI, Rudiantara pernah mengancam akan menutup akses sejumlah platform media sosial asing yang beroperasi di Indonesia jika tidak mau bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk menangkal konten-konten berbau hoax, fake news, dan radikalisme baik dalam bentuk foto, tulisan, hingga video.
Sikap Pemerintah tidak sunyi dari kritikan, diminta banyak pihak untuk tidak tebang pilih dalam penindakan. Sikap tebang pilih pemerintah dan aparat kepolisian atas kasus penyebaran hoaks ini disuarakan banyak pihak. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fadli Zon mengkritisi respons kepolisian terhadap laporan penyebaran hoaks yang masuk ke kepolisian. Laporan pihak pro pemerintah lebih cepat ditindaklanjuti. "Sejauh ini kesan kita begitu ya, memang tidak ditindaklanjuti," kata Fadli di Bareskrim Polri, Jakarta, usai melaporkan Ananda Sukarlan terkait penyebaran hoaks atas dirinya dan Prabowo Subianto, Jumat (2/3). (republika.co.id, 3/3/18)
Dalam Islam telah dijelaskan bahaya orang-orang munafiq dan para penyebar kabar bohong di tengah masyarakat dapat menimbulkan bahaya yang sangat besar. Termasuk mereka membuka telinga lebar-lebar mendengarkan semua ucapan orang ataupun pemimpin munafiq, lalu mereka berkata dan bertindak sesuai berita itu. Mereka tidak peduli dengan bencana yang ditimpakan kepada kaum muslimin akibat mengekor orang maupun pemimpin munafiq. Kepada siapapun hendaknya mereka menahan lidah dan tangan untuk menjauhi kebohongan dan janganlah menuduh kaum muslimin tanpa bukti, dan janganlah berburuk sangka kepada kaum mukmin.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox