Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Rabu, 14 Maret 2018

Under Dictator Regime, Muslims Are Facing Humiliations And Sufferings

Lalang Darma

Oleh: Lalang Darma 

Di hampir semua negeri-negeri muslim kaum muslim menderita di bawah kekuasan diktator yang membelenggu. Perang melawan terorisme terus berlangsung dengan jaminan loyalitas para penguasa negeri Islam yang loyal kepada AS. Para penguasa negeri muslim diminta punya komitmen kuat utk melanjutkan perang “salib”nya George Walker Bush setelah peristiwa 9/11. Mereka diminta aktif menjalankan “instruksi” dan “doktrin” AS atas konstelasi politik global di mana Islam Ideologi menjadi ancaman potensial bagi AS yang harus diaborsi sejak dini.

Imperialisme atau penjajahan adalah metode baku yang dilakukan untuk menyebarkan kapitalisme dan menjaga dominasi kepentingan ekonomi dan politik. AS di bawah kepemimpinan Trump semakin mengokohkan penjajahan atau imperialisme AS atas wilayah negeri-negeri muslim.

AS mempertahankan antek loyalnya untuk menjajah negeri Muslim dan memerangi kaum Muslim, seperti di Irak, Suriah, Pakistan dan Afghanistan. Akibatnya, negara-negara itu kini hancur berantakan. Bukan hanya secara fisik, tapi juga secara sosial, politik, ekonomi dan budaya. Tak terhitung besarnya korban dan kerugian yang ditimbulkan. Dengan semua itu berarti AS telah secara sengaja memusuhi umat Islam. Ketika umat Islam diserang maka yang diperintahkan oleh Allah adalah membalas serangan setimpal dengan serangan itu (QS al-Baqarah: 194).

Serangan terhadap satu negeri Islam hakikatnya adalah serangan terhadap seluruh umat Islam. Sebab sebagaimana sabda Nabi saw, umat Islam itu ibarat satu tubuh. Oleh karena itu, dalam pandangan syariat Islam, AS sekarang ini termasuk kategori muhariban fi’lan atau negara yang dalam status memerangi umat Islam secara de facto. Sebab muamalah dengan negara kafir muhariban fi’lan adalah muamalah perang. Allah SWT juga melarang kaum Muslim mengambil musuh Allah dan musuh umat sebagai teman dekat dan kepadanya kaum Muslim memberikan loyalitas (QS Mumtahanah : 1).

Allah SWT juga berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. (QS Ali Imran : 118)

Amerika cemas terhadap perkembangan Islam yang mengalami peningkatan di negeri ini, setelah penduduknya yang Muslim kembali pada keislaman mereka, serta setelah munculnya keinginan kuat mereka untuk hidup dalam naungan syariah agama mereka. perkembangan Islam yang mengalami peningkatan di negeri ini merupakan fakta yang membuat Amerika dan sekutunya pusing kepala. Mereka merasakan adanya ancaman serius yang tercermin pada Islam dan kebangkitan Islam. Mereka pun menekan para kompradornya untuk melawan Islam politik transnasional.

 Padahal masalah negeri-negeri Muslim bagi Amerika dan sekutunya adalah masalah internasional yang sangat kritis. Untuk itu para penguasa loyalis AS diminta menjadi front perlawanan di kawasan tersebut, yang tidak kalah dengan kekuatan besar yang berpengaruh di sana; tentu kalau keduanya menjadikan Islam sebagai ideologi dan sistem kehidupannya.
Jelas Islam mengharamkan kaum Muslim memfasilitasi atau bahkan memberi jalan semua itu.
dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman. (QS an-Nisa’ [4]: 141)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox