Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Rabu, 14 Maret 2018

Sedih, Narkoba Tak Sudah-sudah

Agung Andayani


Oleh Agung Andayani (FP3 - Forum Penulis Perempuan Peradaban)

Data BPS tahun 2016 menunjukkan penduduk Indonesia mencapai 258 juta dengan 70 % nya adalah usia produktif. Dalam sudut pandang ekonomi ini merupakan pasar yang menggiurkan sangat menjanjikan. Indonesia pun banyak di bidik di incar oleh berbagai produk termasuk prodak narkoba. Baru terjadi hanya pada rezim ini, berton - ton narkoba dari cina masuk ke Indonasia dan presidennya hanya diam, jadi dimanakah presiden Indonasia?

Ini merupakan suatu bencana untuk menghancurkan generasi penerus bangsa. Bagimana tidak hancur, para pemuda buat lemah tak berdaya bahkan bisa dikatan pemusnaan dengan narkoba, data BNN korban meninggal pada tahun 2017 yaitu 50 orang per hari (RILIS.ID). Itu pun kata kepala BNN Budi Waseso diduga masi ada bahan baku narkoba sebanyak 600 ton akan masuk Indonesia. Parahnya Bali yang terkenal pulau dewata ingin melegalkan narkoba, hal tersebut dilontarkan Wakil Ketua Komisi III Desmond Junaidi Mahesa saat kunjungan bersama timnya dalam rangka reses masa persidangan III tahun 2017-2018 di Polda Bali, Rabu (28/2). Ia melempar isu tersebut karena adanya pemikiran, bila para pemakai narkoba diberikan tempat khusus dengan pengawasan ketat. Parah tenan

Luar biasa ternyata Indonesia belum merdeka benar yang dikatakan Fahri Hamza, "Kita kehilangan panglima, kita tidak punya pemimpin, presiden kita tidak tahu bahwa ini ada perang. Invansi kepada Indonesia melalui semua jalur telah terjadi baik ekonomi, ideologi dan politik," kata Fahri Hamzah lewat pesan singkatnya yang diterima wartawan, Minggu (25/2).

Ekonomi pun kita terjajah, negara dijerat dengan hutang dan sekarang sudah tembus diangka 4.752 T tanggal 19 februari 2018, okezone.com. Dalam sejarah Indonesia, ini merupakan prestasi pencapaian hutang tertinggi. Apakah nasib Indonesia akan seperti negara maladewa, yunani, argentina dll yang bangkrut gara-gara hutang?

 Begitu juga dengan BUMN yang satu persatu mulai dijual, serta kebijakan berbagai impor beras, gula, cangkul, ketela, garam jagung dll yang tenrunya dalam jangka panjang dapat menghancurkan rakyatnya sendiri. Indonesoa dengan melimpahnya kekayaan alam dan lautnya ternyata tidak membuat rakyatnya makmur dan sejahtera, rakyat tidak bisa menikmati kekayaan negeri.

Saat Indonesia menerapkan ideologi demokrasi kapitalis segala sesuatu di ukur bardasarkan materi dan asas manfaat semata tanpa memperhatikan kerusakan generas dan nasib rakyatnya. Dan islam dengan jelas mengharamkan narkoba, islam juga tidak akan memberikan peluang kepada segeluntir orang/pemilik modal atau negara asing untuk mengusai SDA karna SDA adalah milik umum yang harus dikelola dan dinikmati oleh rakyat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox