Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Senin, 19 Maret 2018

Pelajar Indonesia di kirim ke Australia Agar Jadi Agen Toleransi. Yakin Sudah Benar ?



Oleh: Aziz Rohman

Ajak pelajar milenial ke Australia, Jokowi: Supaya Jadi Agen Toleransi. Begitulah judul warta berita di laman detikcom (17/03/2017).

"Mereka biar bisa membandingkan bagaimana anak-anak muda di Indonesia, di sini. Tapi yang paling penting mereka saya titipkan untuk menjadi agen toleransi agen perdamaian, yang bisa menceritakan mengenai Indonesia yang beragam suku, agama, beragam bahasa daerah tapi kita tetap bersatu sebagai bangsa besar," harapnya. (https://news.detik.com/berita/d-3921187/ajak-pelajar-milenial-ke-australia-jokowi-supaya-jadi-agen-toleransi)

Menurut Wikipedia Toleransi adalah suatu sikap saling menghormati dan
menghargai antar kelompok atau antar individu dalam masyarakat atau dalam lingkup lainnya.

Toleransi? Hm.... Isu ini selalu saja di dengungkan di Indonesia. Jika berkaca pada setiap peristiwa yang terjadi di Indonesia mengenai isu ini. Maka, setiap muslim yang cerdas pasti akan kecewa terhadap bagaimana pemaknaan toleransi di negeri ini. Jika muslim mayoritas, toleransi adalah menghargai yang minoritas. Ada yang mendirikan tempat ibadah lain di tengah pemukiman penduduk Muslim, harus di toleransi. Jika Ramadhan tiba, yang tidak puasa harus di toleransi.

Lain lagi jika muslim itu minoritas, maka maknanya beda lagi. Toleransi adalah mengikuti mayoritas. Toleransi adalah kita dilarang adzan serta sholat berjamaah di masjid jika ada nyepi. Toleransi itu adalah saat ada agama lain melakukan perayaan keagamaan, tempat ibadahnya di jaga ketat. Dijaga dari tindakan terorisme yang mungkin saja akan dilakukan oleh umat Islam, padahal mah tidak ada apa-apa. Toleransi adalah umat Muslim dilarang menyebut kata "KAFIR". Sebab itu namanya tidak toleran pada yang beragama selain Islam. Mengajak memilih pemimpin muslim adalah tindakan intoleransi. Ulama yang mengingatkan bagaimana cara memilih pemimpin dalam Islam yang sesuai Al-Qur'an dan As Sunnah di stempel sebagai tokoh intoleran, pemecah belah persatuan bangsa.
Hm.... Seperti itukah toleransi di negeri ini? Silahkan anda nilai sendiri!

Kemudian, dengan sekelumit fakta tentang bagaimana toleransi itu di Indonesia. Lantas, beberapa anak di kirimkan ke Australia sebagai agen toleransi. Menceritakan bagaimana keharmonisan toleransi di Indonesia. Hm.... Yakin ini sudah benar?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox