Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Sabtu, 24 Maret 2018

Jadi Politisi Jangan Plintat-Plintut


Firdaus Bayu  (Direktur PUSKAM)

Rakyat buth kepastian hukum dan pengayoman dari Negara sebagaimana kebutuhan mereka akan hadirnya para politisi pelayan umat yang jujur dan bersih. Rakyat bosan dengan tampilan para penguasa dan wakil rakyat yang kerap berdusta dan mengkhianati rakyat adalah buah dari sistem demokrasi.

Sebagian kalangan menganggap demokrasi hanya membajak suara mayoritas rakyat untuk kepentingan segelintir orang yang haus kekuasaan dan rakus kekayaan. Setelah kekuasaan dan kekayaan didapatkan, rakyat pun segera dilupakan.

Klaim bahwa politisi demokrasi adalah dipilih rakyat, oleh rakyat dan untuk melayani rakyat butuh pembuktian. Mengingat para politisi ketika menjadi penguasa dan wakil rakyat terpilih sering dianggap mengeluarkan berbagai kebijakan yang menyesengsarakan rakyat. Rakyat panik dengan kenaikan tarif listrik, BBM dan air; mahalnya biaya kesehatan dan pendidikan; naiknya berbagai bahan kebutuhan pokok; dll.

Rakyat juga muak terhadap rangkaian drama politik yang menunjukkan belum ada perubahan paradigma politik di negeri ini. Kepentingan kelompok dan ambisi berkuasa tetap dijadikan fokus agenda politik. Semua energi politik seakan ditumpahkan demi meraih kekuasaan dan kemudian mempertahankannya. Jalannya semua proses itu dihela oleh kepentingan. Karena itu, selama kepetingan menghendaki, maka yang semula lawan bisa dalam sekejap menjadi kawan, dan sebaliknya.

Kebijakan yang menyulitkan rakyat dengan menaikkan BBM, mengeluarkan UU pro pasar yang menyengsarakan rakyat (UU Migas, UU Penanaman Modal, UU Kelistrikan, UU BHP dll).

Ironisnya, kebijakan tidak pro rakyat ini dilegalisasi oleh DPR. Ketika ada usulan yang sebenarnya sangat meringankan rakyat, yakni penolakan Perppu Ormas, usulan tersebut malah dilegislasi DPR menjadi UU. Begitulah wajah sebenarnya para penguasa/wakil rakyat yang dihasilkan dalam sistem demokrasi.

Sekali lagi rakyat butuh figure para politisi tidak plintat-plintut. Figur sikap amanah para politisi dan para pemimpin yang terlihat dari tatacaranya dalam membela dan mengurusi masyarakat berdasarkan aturan-aturan Allah SWT. Ia juga gigih untuk menghiasi dirinya dengan akhlak yang luhur dan sifat-sifat kepemimpinan yang adil dan bijaksana.

Politisi dan para Penguasa yang cinta negeri tidak akan membiarkan negerinya diintervensi swasta dan asing, termasuk menolak sistem korporatokrasi karena bertentangan dengan Islam, yang nyata-nyata hanya melahirkan berbagai keburukan dan penderitaan rakyat. Ia pun tidak mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyatnya. Sebab, mereka amat memahami betul sabda Nabi saw. dalam sabdanya: Pemimpin (penguasa) adalah pengurus rakyat. Dia akan dimintai pertanggungjawaban atas pengurusan rakyatnya (HR al-Bukhari dan Muslim).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox