Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Rabu, 07 Februari 2018

Nekropolis

Firdaus bayu
Oleh : Firdaus Bayu Di suatu negeri.. Bila tiba musim janji Bunglon-bunglon keluar dari sarang Menjadi warna warni Mengumbar slogan-slogan indah Berselimut ice cream coklat bertabur kemunafikan Yang abadi dalam keterlelapan Soal pembangunan, tata kelola alam, dan sederet basa-basi masa depan Bunglon sudah tahu obyek politik butuh uang Korban hafal betul bunglon politik suka membual Titik jenuh rakyat dan nafsu penjahat sudah bertemu Maka jangan heran jika ujungnya terbukti palsu Rakyat tak pernah mampu membaca angka Mereka hanya tahu teori-teori sampah Yang tertuang dalam setiap amandemen janji-janji pemilu Dan terus mengutuh di telinga sampai lima tahun berlalu Apakah rakyat di negeri subur masih percaya dengan gambar-gambar? Peci hitam, baju putih, pose lugu, dan senyum teduh.. Berkeliaran di tengah sawah, di pasar kota, di jalan desa, hingga sekolah-sekolah.. Apa artinya tiga kata terpuji jika akhirnya rakyat yang mati? Bilik-bilik hanya akan menjadi penebus jasa, atas amplop dan kontrak kerja Pribadi dan visi tidak lagi ada di sorong-sorong timbangan, maka jangan bangga di puncak tahta Bunglon berjaya dan bergerilya atas dasar uang dan kepentingan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox