Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Senin, 12 Februari 2018

Asusila di Kota Santri, Buah Nyata Liberalisasi

Firdaus Bayu 


Oleh : Firdaus Bayu 
(Pusat Kajian Multidimensi)

Belum lama kasus penangkapan bupati oleh KPK menyeruak, kini Jombang kembali geger dengan kasus pornoaksi. Ironisnya, peristiwa memalukan tersebut terjadi di lingkungan sekolah. Berikut cuplikan beritanya, “Sejumlah orang tua siswa mendatangi SMPN di Jombang. Mereka menuntut sikap tegas kepala sekolah terhadap oknum guru yang diduga mencabuli 25 siswa. Salah satu orang tua siswa SMPN di Jombang Rudi mengatakan, dugaan pencabulan oleh oknum guru mencuat setelah 6 siswi melapor ke guru Bimbingan Konseling. Keenam siswi tersebut mengaku telah dicabuli oleh ME, guru mata pelajaran Bahasa Indonesia.” (detik.com, 12/02/18). Menurut informasi yang beredar, pelaku diduga telah melakukan tindakan bejat tersebut sejak Juli 2017. Dan dalam praktiknya, dia menggunakan modus rukyah di sekolah sebagai tipu daya.

Memalukan

Bagaimanapun juga, kejadian ini tentu menjadi sebuah perkara yang memalukan. Setidaknya ada dua kondisi yang membuat bathin kita terenyuh atasnya. Pertama, Jombang adalah kota santri, kotanya para kyai, tempatnya para penuntut ilmu, terkenal dengan pondok-pondok pesantrennya yang khas. Peristiwa memalukan tersebut tentu saja mencoreng predikat santri yang selama ini menjadi kebanggaan. Kedua, tindakan asusila tersebut justru dilakukan oleh seorang guru terhadap siswinya sendiri. Tak hanya satu yang menjadi korban, tetapi hingga 25 korban. Hal ini jelas menodai dunia pendidikan.

Buah Liberalisasi

Jika kita berkenan jujur, kejadian menyimpang seperti ini tidaklah berdiri sendiri. Dia ada bukan hanya karena ketercelaan sifat pelakunya, namun juga kondisi lingkungan modern yang semakin tidak karuan di bawah kendali sistem sekular saat ini. Liberalisasi pergaulan remaja kian terasa. Hedonisme telah menjadi tren. Pergaulan bebas tak bisa dibendung. Kasus pelecehan seksual di atas bukanlah yang pertama. Negeri ini benar-benar dalam ancaman degradasi akhlak.

Di tengah kemajuan iptek hari ini, banyak pula kejahatan yang berseliweran di dalamnya. Pornografi dimana-mana. Nyaris setiap remaja pernah menjadi penikmat film dewasa. Sebagian lainnya justru terbiasa mempraktikkannya. Kehamilan di luar nikah terus membudaya. Tak heran jika Menteri Sosial (Mensos) Indar Parawansa sempat berujar bahwa kasus kehamilan di luar nikah semakin menjamur. “Sementara untuk kasus hamil di luar nikah, Jawa Timur juga menjadi lumbungnya. Ironisnya, kasus-kasus ini, terjadi di wilayah-wilayah yang terdapat pondok-pondok pesantren, seperti Kabupaten Jombang, Mojokerto dan beberapa daerah lainnya. Ini adalah gambaran real Jawa Timur, yang disampaikan Menteri Sosial (Mensos) Indar Parawansa, berdasarkan pemetaan yang dilakukan bersama tim-nya di kementerian.” (merdeka.com, 09/01/16). Ringkasnya, negeri ini benar-benar berada dalam cengkeraman sistem liberal yang berbahaya.

Solusi sistemik

Apabila kita cermati, sesungguhnya liberalisme itu bertumpu pada sekularisme, yaitu sistem pemisah antara agama dan kehidupan. Dalam pandangan sekularisme, agama tidak harus dilibatkan dalam kehidupan. Artinya, selama sebuah tatanan hidup dapat berjalan sesuai keinginan, memberikan keuntungan, dan disepakati oleh mayoritas orang, ia dapat terus dipraktikkan, meski terkadang nyata-nyata bertentangan dengan norma agama. Legalisasi miras, dibiarkannya pergaulan bebas, adalah contoh nyata praktik sekularisme. Karena itu, kita butuh perubahan yang tak sekedar mengganti figur, tetapi juga kondusifitas sistemik berasas agama yang dapat menyelamatkan remaja dan keterpurukan lainnya di negeri ini.

1 komentar:

  1. Sangat miris... Tp itulah kenyataananya. Banyak hal banyak faktor dimulai dari orang berpendidikan sampai orang berpendidikan rendah. Semua dianggap sudah biasa, ketidak percayaan masyarakat terhadap tokoh masyarakat sampai sosok pemimpin dengan jual beli jabatan. Hiburan duniawi, dari narkoba Praktek protitusi dibeli dari hasil korupsi. Sebagian warga hanya bisa melihat dan ada juga mempraktekannya

    BalasHapus

Adbox