Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Jumat, 05 Januari 2018

Seword, Saracen dan Mafia Peradilan


Sri Bintang Pamungkas

Seword itu diduga oknum2 Polri juga. Mereka adalah Cyber Army pendukung Mafia Cina dan rezim Jokowi. Mereka menjadi agen intelijen seperti Cyber Patrol yg melaporkan siapa saja yg berbeda pendapat/melawan Rezim dalam postingan mereka. Mereka membuat postingan-postingan dalam Medsos untuk memancing reaksi negatif terhadap Rezim dan Mafia-mafia Cina.

Laporan ditindaklanjuti oleh Tim Penyelidik/Penyidik Polri/Bareskrim menjadikan sejumlah Tersangka yg diberkas dalam BAP. Berkas/BAP diserahkan kepada Jaksa/Penuntut Umum. Tersangka menjadi Terdakwa yg diseret ke Pengadilan Negeri.



Semua adalah hasil Rekayasa, dimulai dari Oknum-Oknum Seword sampai Jaksa, Pengacara dan Hakim... di ruang Sidang. Bahkan Saksi2 dan Ahli2. Tujuannya hanya satu: Menjebloskan siapa pun yg melawan Rezim dan menyebar kebencian kepada Mafia Cina ke dalam tahanan atau penjara... Merekalah yang disebut Mafia Peradilan yang sebenarnya sudah ada sejak era Orde Baru...

Ada sekelompok aktivis yang lumayan ahli dalam dunia Cyber yg secara sendiri-sendiri, tidak kenal satu sama lain, terpanggil untuk melawan Seword dalam dunia maya. Mereka itulah yg kemudian dikenal dg *Saracen.* Seword dan Polri berusaha keras menggulung Saracen. Sebegitu jauh mereka berhasil menangkap beberapa aktivis yg dituduh Saracen.

Tetapi tidak bisa berhasil seluruhnya, karena Saracen barulah sebuah angan-angan... belum ada ujudnya seperti lembaga... bahkan sangat mungkin itu nama pun hasil kreasi Polri sendiri. Aktivitas kelompok ini menjadi terhenti, tinggal legenda... Dipuji sebagai sumber kekalahan Ahok di Pengadilan dan Pilkada...

Seword sendiri mulai tidak populer dengan berita2 bohong (hoax) dan fitnahnya, sehingga dibenci masyarakat. Suara mereka yang mengatasnamakan Tuhan Yang Maha Esa lebih menyerupai dukungan kepada Rezim, Komunis, Anti Pribumi dan Anti Islam... membikin masyarakat muak. Karena itu, akan dimunculkan "Musang-musang baru berbulu Ayam" oleh Polri, sebagai penggantinya.

Sementara itu,  Saracenlah yg dianggap menjadi _public enemy number one_. Karena memang belum melembaga, dan mulai kehilangan dukungan karena para aktivisnya ditangkapi, maka sangat mungkin akan muncul nama baru...

Contohnya MCA, Muslim Cyber Army, yang juga kumpulan aktivis Muslim yang melawan Rezim dan Ketidakadilan, serta lebih riil organisasinya, tapi bermaksud sama seperti aktivis-aktivis Saracen, sudah mulai digulung juga oleh Polri...

Sudah saatnya kita kembalikan Polri menjadi Lembaga Keamanan, Ketertiban dan Penegakan Hukum sebagaimana Kepolisian di dunia rasional pada umumnya... bukan Mafia-mafia yg membikin kacau Negara!

@SBP
5/1/17

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox