Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Rabu, 06 Desember 2017

Spirit Maulid Nabi, Dalam Membangun Semangat Juang Pergerakan Mahasiswa



Agam A. Prayogo 
Koordinator AL LIWA (Aliansi Lingkar Mahasiswa)

Allahumma shollii wasallim alaa nabiyyina Muhammad
“Ya Allah, limpahkanlah sholawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad“

Saudara-saudaraku yang semoga cinta Al Kholik ada bersama kita semua, Maulid Nabi Muhammad SAW beberapa hari yang lalu tengah kita rasakan, terlepas dari perbedaan pendapat ulama terkait dengan hukum perayaan, namun lebih elok jika kita mendudukan pada aspek ibroh yang dapat kita amalkan.

Kelahiran Rasulullah, Jika ditinjau dari segi proses kelahiran manusia, tentu sebuah kondisi yang sama dengan kelahiran manusia pada umumnya, namun hal yang membedakan tatkala kelak Rasul mengemban risalah besar, yang akan merubah tatanan dunia jahiliyah menjadi tatanan yang suci, dan mulia, itulah dia, ISLAM.

Besarnya kemuliaan risalah Rasul kelak ini, kemudian Allah tunjukan sejak awal proses kelahiran. Api majusi yang padam, suasana malam yang tenang, langit malam yang begitu cerah dan rumah siti aminah yang menampakkan cahaya terang. Seolah alam ingin menunjukan kepada dunia, bahwa bayi kecil bernama Muhammad Bin Abdullah ini, adalah penutup para nabi. Kekasih Allah SWT.

Saudaraku, bertolak  dari ibroh yang dapat kita ambil diatas, kini negeri ini sakit, kejahiliyahan mulai tertampakkan, kerusakan semakin membesar. Spertinya penyakit komplikasi yang paling tepat utk kita sematkan bagi kondisi negeri ini. Sektor ekonomi yang dikendalikan kapitalis tengah membuahkan hasil,  negeri yang dikatakan kaya. Nyatanya kini pemerintah menanggung hutang yang tembus Rp 4.636 triliun di September 2017 (merdeka.com).

Politik yang carut marut dengan adanya tokoh-tokoh yang kebal hukum. Menunjukan lemahnya keadilan yang diteriak-teriakan oleh orang yang mengaku paling pancasilais. Papa setnov dan tiang listrik contoh kasusnya.

Pemimpin yang dieluh-eluhkan merakyat, tpi pada faktanya  mencekik rakyat.  BUMN yang dijual, BBM yang kembali naik,dan rentetan kebijakan-kebijakan dzalim yang lain.

Belum lagi dengan kediktatorannya terhadap Islam, dengan mengeluarkan perppu no 2 thun 2017 yang kini telah menjadi Undang-Undang Ormas. Merupakan point yang dapat kita tambahkan dalam catatan hitam bagi kepemimpinan rusak ala sistem sekuler ini.

Namun kini pergerakan mahasiswa yang digadang-gadang sebagai pendobrak kejumudan sistem, Iron stock, agent of change dll. Masihlah ternina bobokkan dengan lezatnya kenikmatan dunia, disibukkan dengan mnjalankan proker-proker rutinan tiap tahun layaknya  EO acara. Jauh panggang dari apa ketika diminta memikirkan kondisi umat maupun negeri ini..

Inilah efek dari kerusakan sistem sekuler demokrasi hingga merambah ke pemikiran. Maka untuk mengembalikan semangat juang pergerakan mahasiswa, lihatlah Rasul tatkala merubah kondisi jahiliyah makkah. Tiada lain tanpa menerapkan ISLAM sbg solusi yang hakiki. Islam yang diterapkan tidak hanya mengurus masalah ibadah, melainkan masalah sitem kehidupan.

Maka terakhir saya menyeru kepada seluruh pergerakan mahasiswa dan pemuda, untuk kembali pada HALUAN yang benar, haluan perubahan besar dunia yang memuliakan manusia seutuhnya, mari rapatkan barisan bersama kami dalam memperjuangkan Islam.
Allahu Akbar!!

Wallahu A'lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox