Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Jumat, 15 Desember 2017

Delusi Kapitalisme: 15,6 Juta Kasus Aborsi India...


Ainun Dawaun Nufus (pengamat Sospol)

Dikutip dari antaranews.com (13/12/2017) Hasil sebuah kajian yang diumumkan pada Selasa (12/12) mencatat sekira 15,6 juta kasus aborsi terjadi di India setiap tahun, dengan sebagian besar perempuan meminum pil penggugur kandungan tanpa penyuluhan memadai dari dokter terlatih ataupun rumah sakit.
Angka hasil kajian Guttmacher Institute, yang berbasis di New York, menemukan bahwa pengguguran kandungan terjadi 22 kali lebih dibandingkan perkiraan pemerintah sebanyak 700 ribu kasus aborsi, yang datanya hanya mencakup rumah sakit dan klinik kelolaan pemerintah.
Lebih dari 80 persen pengguguran kandungan terjadi dengan menggunakan obat, seperti, mifepriston dan misoprostol, 14 persen dilakukan dengan operasi di klinik dan rumah sakit, dan lima persen dilakukan dengan menggunakan metode lain, yang biasanya tidak aman.
"Perempuan di India menghadapi tantangan cukup besar untuk mendapatkan perawatan pengguguran kandungan, termasuk keterbatasan layanan di sarana kesehatan masyarakat," kata peneliti Institut Guttmacher, Susheela Singh, dalam pernyataan.
Catatan
India mengalami masalah serius akibat sebuah konstruksi Barat yang lahir dari penindasan perempuan di bawah sistem sekuler Barat, telah menjadi racun kebebasan bagi perempuan. Kapitalisme India, yang telah ditanamkan Inggris dan AS menawarkan janji delusi kebebasan berekspresi dan kesetaraan gender yang hanya menyamakan peran dan hak mereka dengan pria akan membuat mereka merasa terhormat dan memperbaiki keadaan dan kehidupan mereka. Namun, terlepas dari pertarungan selama-lamanya selama satu abad untuk kesetaraan gender di India, Barat dan di seluruh dunia, dan terlepas dari kesetaraan jender yang diabadikan dalam berbagai konvensi internasional dan konstitusi negara-negara dari Timur ke Barat, jutaan perempuan di seluruh dunia terus menderita kekerasan dan eksploitasi, kemiskinan dan buta huruf yang melumpuhkan, sistem pendidikan dan perawatan yang buruk, dan penindasan dan pembantaian di bawah kediktatoran brutal.
Implementasi Republik Sekuler India berdampak penindasan terhadap wanita, India mengalami masalah sistemik tentang cara memuliakan terhadap perempuan dihasilkan di bawah rezim kapitalis yang memberi toleransi bagi perempuan untuk mendapatkan keuntungan dan melakukan seksualitas mereka di bawah kebebasan liberal. Kejahatan terhadap perempuan, India mengalami banyak kasus pembunuhan, kasus penyerangan, kasus penculikan, kasus perilaku cabul, kasus pemerkosaan, kasus pemaksaan prostitusi perempuan.
Jika India benar-benar menerapkan konsep liberal untuk melindungi perempuan, seperti kasus perkosaan maka pemerintah tidak boleh melegalkan peraturan untuk memberikan hak aborsi. India perlu menerapkan hukum ketat bagi tindakan seks bebas dan memberikan edukasi yang bagus tentang pentingnya menjaga kemuliaan perempuan. Sementara di hari ini, dibawah dominasi Inggris dan AS, India sebagai pemerintah gagal melindungi perempuan dari seks bebas maupun dari korban pemerkosaan. Karena minuman beralkohol diproduksi dan bahkan mudah diakses, meski faktanya minuman tersebut bisa memicu pelecehan seksual. Lebih buruk lagi dengan penyebaran media porno, wanita yang memamerkan aurat mereka dll. yang mendorong penyebaran pemerkosaan. Dalam Islam, Wanita wajib dilindungi dengan mengurangi seluruh faktor pemicu yang menyebabkan seks bebas dan pemerkosaan.
India juga mengalami masalah marjinalisasi hak ekonomi perempuan di bawah sistem kapitalis yang menjadikan perempuan sebagai objek eksploitasi. Watak sistem kapitalis India menguntungkan orang kaya daripada orang miskin dan menerapkan kebijakan pasar bebas liberal yang mencekik ekonomi dan membebani negara dengan hutang kolosal yang menyebabkan ketidakmampuan memberikan layanan publik yang memadai kepada masyarakat mereka.
Semua ini menunjukkan bahwa sistem buatan manusia adalah akar penyebab dari masalah ini. Umat manusia bisa mencapai kebahagiaan dan menegakkan keadilan melalui sistem yang sempurna, dan Allah SWT telah mengirimkan sistem Islam kepada umat manusia.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox