Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Sabtu, 16 Desember 2017

Akui Palestina dan Hapuskan Israel


Kang Amin
Aktivis Muslim

Pemerintah Indonesia sudah berupaya melakukan tindakan kontra deklarasi terhadap apa yang dilakukan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Meski keputusan AS ini ditentang banyak negara, tampaknya AS kukuh atas pendiriannya. Indonesia terus melakukan penggalangan dukungan internasional untuk mengakui negara Palestina serta tidak mengikuti jejak AS memeindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem. Demikian dilansir detik.com (16/12).

Meskipun patut diapreasiasi, saya berpendapat apa yang diupayakan Indonesia dan dunia internasional untuk menyelesaikan persoalan Palestina itu bukanlah solusi tepat dan tuntas. Saya melihat hal tersebut belum menyentuh akal persoalan sebenarnya.

Perlu dicermati, pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel hanyalah derivat dari akar masalah yaitu pencaplokan/ zionisasi Israel atas negara merdeka yaitu Palestina. Jadi Israel yang bukanlah etintas sebuah negara telah mengagresi, menginvasi lalu menjajah Palestina yang sejak awal adalah negara merdeka yang berdaulat penuh. Dengan sepihak Israel mendeklarasikan diri sebagai negara yahudi pada 14 Mei 1948. Inilah persoalan sesungguhnya, penjajahan zionisme atas negara Palestina.

Sehingga menjadi aneh ketika justru dimunculkan solusi 2 negara di atas wilayah Negara Palestina. Jadi yang sesungguhnya harus diperjuangkan Indonesia di kancah Internasional adalah menghapuskan penjajahan atas Palestina sekaligus menganulir status Israel sebagai negara. Jika tidak, saga Yerusalem ini hanya akan menjadi satu episode jelang kemusnahan entitas Palestina.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox