Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Sabtu, 04 November 2017

Bahaya UU Ormas Bagi Generasi



oleh: Mimin Asy Syahidah

Generasi penerus negeri tentu dididik sedari kini. Apa jadinya jika bekalnya untuk masa depan justru tak bisa tersampaikan seutuhnya? Hanya sebagian saja. Yah, bekal ilmu islam separuh-separuh.

Jalan hidup memang panjang dan butuh bekal yang memadai. Terutama ilmu agar tak sesat di jalan. Namun kini petunjuk itu tidak bisa dijalankan dengan sempurna, karena terhalang UU Ormas.

Dengan diberlakukannya UU Ormas kesempatan tersaimpainya materi-materi dakwah secara utuh harus diredam. Semua serba dikoreksi. Antara materi-materi dakwah dan penyampaian ajaran islam di tengah masyarakat.

Ada kekhawatiran yang menjelma dalam diri masyarakat supaya tidak terjerat hal-hal yang dianggab terlarang sesuai UU Ormas. Yakni "melakukan tindakan permusuhan atas nama SARA" ataupun "paham lain yg bertujuan mengganti pancasila dan UUD 1945", dan sebagainya. Maka dari semua itu akan ada banyak ajaran islam yg diamputasi untuk tidak disampaikan dan diajarkan.

Mengingat kasus beberapa waktu lalu saja tentang tepuk anak soleh. Nyanyian yang biasa dimainkan oleh anak-anak TK dianggab mengajarkan intoleran hanya gara-gara ada kata-kata "islam yes, kafir no!"

Itu saja sebelum adanya PERPPU. Sesudah ada PERPPU bahkan setelah jadi Undang-Undang Ormas, maka kasus-kasus semisal itu pasti akan lebih banyak. Padahal guru itu kan memang harus jujur. Jujur dalam arti mengajari yang benar. Menuntun ke arah yang benar. Agar anak dididiknya selamat dunia akhirat. Maka memang sudah seharusnya menjadikan islam sebuah kebanggaan.

UU ini maka akan meng-amputasi penggunaan istilah kafir, haram pemimpin kafir, khilafah sebagai ajaran islam, wajibnya penerapan islam kaffah, dan lain sebagainya.

Maka semua itu berdampak besar bagi generasi. Mereka tidak bisa mengenal ajaran islam secara sempurna. Padahal sejatinya islam itu agama yang paripurna. Aturan-aturannya menyangkut mulai dari bangun tidur hingga bangun negara.

Dakwah dibatasi. Mengajarkan pada yang benar serba diawasi. sementara konten-konten generasi alay, pornografi, dan prostitusi dibiarkan tanpa pengawasan yang berarti. Sehingga kasus-kasus semacam ini terus meninggi tanpa tersolusi. Maka dengan diberlakukannya UU Ormas ini maka mengancam pembentukan identitas generasi umat ini.[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox