Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Kamis, 19 Oktober 2017

Gelar Konferensi Pers, Cipayung Plus Nyatakan Rezim Jokowi JK Gagal




Pojok Aktivis - Tiga tahun lamanya Indonesia berada dibawah kepemimpinan Jokowi JK, 20 Oktober 2017 tepatnya, mari bersama kita merefleksi kebelakang terkait janji kampanye Jokowi JK pada tahun 2014 silam.

Seperti yang kita ingat bersama tentang Nawa Cita yang selalu digadang gadangkan pemerintahan Jokowi JK untuk semua sektor kehidupan.

Demikian di sampaikan aliansi pemuda dan mahasiswa DKI Jakarta dalam konferensi pers di kawasan Jakarta, Senin (16/10). Antara lain LMND DKI, GMKI DKI Jakarta, Perisai DKI Jakarta, GMNI Jakpus, HMI Jakarta Pusat-Utara, GPII Jakpus, PMKRI Jakpus, Hikmahbudhi Jakut, KMHDI DKI Jakarta, Forum Pemuda Madura, BEM UNYD, BEM UIJ, BEM Borobudur, Hima persis Jakpus, BEM UHAMKA atau yang lebih di kenal dengan istilah Cipayung plus plus.


Dari ke 9 point Nawa Cita seperti antara lain,

1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, melalui politik luar negeri bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya dan pembangunan pertahanan negara Tri Matra terpadu yang dilandasi kepentingan nasional dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.

2. Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya, dengan memberikan prioritas pada upaya memulihkan kepercayaan publik pada institusi-institusi demokrasi dengan melanjutkan konsolidasi demokrasi melalui reformasi sistem kepartaian, pemilu, dan lembaga perwakilan.

3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

4. Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya.

5.Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program “Indonesia Pintar”; serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan program “Indonesia Kerja” dan “Indonesia Sejahtera”.

Dengan mendorong land reform dan program kepemilikan tanah seluas 9 hektar, program rumah kampung deret atau rumah susun murah yang disubsidi serta jaminan sosial untuk rakyat di tahun 2019.

6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya.

7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

8. Melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan, yang menempatkan secara proporsional aspek pendidikan.

Seperti pengajaran sejarah pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotisme dan cinta tanah air, semangat bela negara dan budi pekerti di dalam kurikulum pendidikan Indonesia.

Menurut pemuda dan mahasiswa DKI ini, semua program pemerintah tidak ada yang berhasil atau bisa dikatakan gagal total, oleh sebab itu para pemuda dan mahasiswa yang mana sesuai dengan fungsi dan peran akan membuat suatu rangkaian kegiatan diskusi serta kajian strategis terkait 3 tahun kinerja pemerintahan Jokowi JK.

Serta memberikan rekomendasi pemuda dan mahasiswa untuk perombakan kepemimpinan diIndonesia agar Indonesia Aman,Sejahtera,Adil dan Sentosa dalam aksi akbar pada 20 oktober 2017 didepan gedung DPR RI, MPR RI serta Istana Negara dengan tema “Rezim Jokowi-JK Gagal”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox