Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Senin, 09 Oktober 2017

Aksi 299, Simpul Gelombang Perubahan Nasional & Global



Oleh: Moh Galang Revolusi

Pojok Aktivis - Ada banyak realitas politik yang membutuhkan kejelian untuk mengurai mana yang riak di permukaan dan mana yang sejatinya terjadi. Dalam konteks kekinian, aksi 299 adalah yang menyita perhatian diantaranya baik oleh media maupun publik. Suka tidak suka aksi ini telah menorehkan sebuah catatan penting bagaimana peta konstelasi politik nasional menjelang moment politik 2018 dan 2019. Keberadaannya di tengah santernya pembicaraan tentang impor senjata dan ancaman kebangkitan neo PKI. Salah satu diantaranya menjadi tema dalam aksi bela Islam 299 selain Tolak Perppu Ormas.

Lengkap sudah semua langkah dilakukan menyikapi Perppu Ormas. Setelah rentetan upaya hukum dalam bentuk yudicial review dari berbagai kalangan. Aksi 299 adalah rentetan aksi penolakan dari berbagai daerah dan berbagai elemen. Hampir tidak ada satupun aksi-aksi pendukung Perppu Ormas yang bisa mengimbanginya. Dan diprediksikan bahwa aksi-aksi sejenis akan semakin masif dan besar ke depan. Dengan eskalasi yang semakin meninggi. Aksi Tolak Perppu Ormas telah memantik sensitifisme umat islam akan berbagai peristiwa yang menyebabkan berbagai aksi bela Islam sebelumnya. Baik Bela Islam 411 maupun Bela Islam 212.

Meski masif pula upaya penggembosan ketiga hal tersebut baik oleh media, lembaga riset maupun pengambil kebijakan. Misalnya penghilangan logo PKI pada penayangan filem G 30 S PKI, hasil riset tentang G 30 S PKI maupun statement oleh salah seorang Menteri bahwa aksi itu menghambat aktivitas para pengusaha.

Aksi 299 bukan mustahil menjadi pintu masuk yang memuluskan jalan kemenangan bagi parpol maupun elit politik yang mendukungnya. Bahkan lebih jauh akan membuka pintu semakin menguatnya pembelaan terhadap kriminalisasi ulama, tokoh, aktivis islam hingga berpotensi menjadi ancaman keberadaan rezim berikut perangkat sistemnya. Kasus HRS, HTI, ILUNI UI dan lain-lain adalah sederetan daftar yang sangat kuat dalam rekaman memori publik. Dan semakin memperkuat dugaan kuat kesan kebijakan berbau paham komunisme dan ateisme. Apalagi kasus import senjata dengan latar nuansa conflict interest di antara TNI dan Polri. Semakin memperkuat dugaan keinginan untuk merealisasikan abuse of power. Hingga berada pada wilayah irisan dengan kewenangan lintas institusi yang menimbulkan kesan justru menjadi potensi ancaman bagi sistem keamanan nasional yang telah dilindungi undang-undang.

Bagaimana posisi aksi 299 dalam konstelasi politik nasional dan global ke depan akan sangat ditentukan beberapa hal sebagai berikut :

1) Seberapa konsolidasi berbagai kekuatan umat islam dari berbagai latar terutama dari para alumni 212 bisa dilakukan ?

2) Seberapa elaborasi dan sinergi bisa dilakukan secara baik antara berbagai kekuatan entitas penolak Perppu Ormas dengan Elit Politik dan Parpol penolak Perppu terwujud hingga membawa implikasi ke semua agenda politik ke depan ?

3) Seberapa afirmasi seluruh simpul kekuatan politik baik intra maupun ekstra parlemen umat islam bersatu mengusung agenda bersama kepentingan islam dan umat islam dalam perjuangan tegaknya syariah secara kaffah ?

4) Bagaimana mewujudkan ketiga point di atas secara bersih terlepas dari jeratan pembelokan kepentingan para komprador yang utopis dan pragmatis sebagai perpanjangan asing dan aseng ? Dan senantiasa mengikuti petunjuk jalan perubahan Rasullulloh SAW.

5) Bagaimana bisa ikhlash berserah diri dan menyandarkan pertolongan kemenangan hanya kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'alla semata.

Dengan beberapa point di atas besar kemungkinan potensi aksi 299 akan melahirkan gelombang perubahan nasional hingga global. Allahu a'lam bis showab.

1 komentar:

  1. HUBUNGAN SYARIAT DENGAN POLITIK TATA NEGARA
    https://bogotabb.blogspot.co.id/2017/09/hubungan-syariat-dengan-politik-tata.html

    BalasHapus

Adbox