Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Rabu, 06 September 2017

Berharap Politik Gula Rezim Jokowi Lebih Manis Terhadap Petani Lokal


Endah Sulistiowat ( Dir. Muslimah Voice)

Ribuan ton gula milik petani di Cirebon, Jawa Barat, disegel Kementrian Perdagangan. Pada saat bersamaan, gula rafinasi beredar bebas di pasaran tanpa ada penindakan.
Kondisi tersebut ditemukan pengurus Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) saat melakukan sidak di sejumlah gudang gula. "Ternyata di sana (gudang gula) sangat banyak gula rafinasi," kata Ketua DPC APTRI Pabrik Gula (PG) Sindanglaut Rasim Agus Sanusi di Cirebon, Selasa 22 Agustus 2017. (Metrotvnews.com)

Direktur Utama Badan Urusan Logistik (Bulog) Djarot Kusumayakti menyebutkan penyegelan gudang gula petani di ,Jawa Barat oleh Tim Kementerian Perdagangan bertujuan untuk memastikan kelayakannya untuk dikonsumsi. (Jpnn.com) 

kan oleh pemerintah kepada petani,  khususnya adalah petani tebu. Meskipun pemerintah melalui kemendag menyampaikan bahwa kualitas gula milik PG. Sindanglaut secara visual diindikasikan tidak memenuhi syarat kesehatan. Sehingga perlu uji laboratorium dengan standar SNI.

Tahun ini Kementerian Perdagangan memastikan akan mengimpor gula lebih dari 1 juta ton untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, kebutuhan konsumsi gula di Indonesia tahun ini mencapai 3,5 juta ton. Sementara kapasitas produksi gula dalam negeri diperkirakan hanya 2,2 juta ton. (Kompas.com)

Pemerintah dinilai belum membantu petani, mengingat harga gula lokal yang semakin rendah. Sehingga para petani tebu meminta agar pemerintah menaikan harga gula. Para petani meminta agar pemerintah menghapuskan Harga Eceran Tertinggi (HET) gula.

Sepertinya pemerintah punya itikad baik,  dengan sengaja impor untuk memenuhi kebutuhan konsumsi gula masyarakat. Namun apakah keputusan tersebut tidak terlalu cepat. Apalagi disinyalir pada Bulan ini harga gula tengah mengalami kelesuan. Meskipun ditingkat pasar pemerintah telah menetapkan harga eceran 12.500. Namun bagaimana harga gula dari tangan pertama,  apakah sudah di cross kan dengan biaya saprodinya,  secara tebu merupakan tanaman tahunan,  yang panennya hanya setahun sekali. Belum lagi isu tentang PPN 10% yang menggoyang petani tebu. Maka, jika pemerintah memaksakan untuk impor saat ini, bisa jadi akan semakin menambah kelusuan harga gula.

Saat ini ada 76 pabrik gula yang tersebur di seluruh Indonesia,  baik yang masih aktif maupun tidak. Sedangkan kebutuhan gula nasional di perkirakan mencapai 5,7 juta ton dengan rincian 2,8 juta ton gula kristal putih konsumsi masyarakat dan 2,9 juta ton gula rafinasi untuk kebutuhan industri makanan dan minuman.

Saleh Husin, Menteri Perindustrian, mengatakan 50 unit pabrik gula kristal putih berbasis tebu yang dikelola oleh BUMN dan berada di Pulau Jawa selama ini beroperasional dengan tidak efisien dan menghasilkan mutu gula yang rendah.

“Gula kristal putih berbasis tebu di Indonesia diproduksi oleh 62 unit pabrik dengan rincian 50 unit dikelola BUMN dan 12 pabrik swasta. Pabrik gula yang dikelola oleh BUMN pada umumnya berkapasitas kecil, peralatan tua, jumlah karyawan banyak dan beroperasi hanya 150 hari setahun,” ujarnya di Jakarta, Senin (6/4). (Www.kemenperin.go.id)

Kalau permasalahan ada pada mutu rendah dan kurangnya efisiensi produksi,  maka solusinya tidak terletak pada keputusan impor. Tapi pada perbaikan mutu gula,  dan mengoptimalkan produksi. Mengapa hal tersebut tidak dilakukan?

Seharusnya ada komunikasi dan monitoring terhadap produksi gula dalam negeri dari pejabat terkait,  bisa dari kementerian BUMN,  Kemenperin ataupun Kemendag. Sehingga kondisi timpang semacam ini tidak terjadi. Disatu sisi pemerintah memutuskan impor dan disisi yang lain petani kesulitan untuk menguangkan gula hasil Panen mereka. Bulan Agustus biasanya adalah panen Raya bagi petani tebu,  namun kalo untuk menjual gula hasil produksi pabrik gula saja kesulitan,  bagaimana bisa disebut panen Raya. Yang terjadi malah sebaliknya,  kondisi petani semakin terjepit.[]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox