Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Senin, 18 September 2017

Bayang-bayang PKI dan Masa Depan



Oleh: Agung Wisnuwardana

Ngomongin masalah PKI (Partai Komunis Indonesia).... bagi saya sudah akrab sejak kecil.Saya lahir sampai SMA disalah satu kampung di Boyolali.

Waktu kecil, saya agak kaget karena hampir di setiap areal pemakaman kampung selalu ada kuburan yang panjang, mungkin 6 meter lebih.

Saya tanya ke Bapak tentang hal ini... Awalnya tidak mau menjawab, tetapi akhirnya beliau menceritakan bahwa kuburan yang panjang itu adalah kuburan anggota PKI yang dieksekusi.

Bapak saya dulu adalah Pemuda Marhaen yang ikut melakukan perlawanan pada dominasi PKI.
Boyolali pada tahun-tahun itu memang terkenal sebagai basisnya PKI.

Bupatinya PKI, kepala-kepala sekolah PKI sampai di kampung-kampung banyak anggota BTI (Barisan Tani Indonesia - salah satu sayap organisasi PKI).
Pertanyaan tentang PKI, semakin meluncur dari mulut saya setelah nonton film G 30 S PKI.

Selepas SMA saya mulai dapat analisis bahwa ada peran CIA dalam G 30 S PKI. Point nya adalah membenturkan kekuatan umat Islam dan TNI (terutama AD) dengan PKI, sehingga PKI dibubarkan, ajaran komunisme dilarang dan kadernya dikejar-kejar.

Selepas benturan tersebut akhirnya yang menguasai Indonesia adalah kapitalisme lewat kekuasaan orde baru. Umat Islam pun ditinggalkan dan malah kemudian dimusuhi oleh orba.

Saat ini banyak yang menganalisis komunisme akan bangkit !?!?
Mohon maaf kalo saya terus terang tidak sependapat. Karena saat ini komunisme sudah tidak laku lagi.

Ideologinya absurd dan ditinggal oleh para pengikutnya. Bahkan Cina hari ini tidak menampakkan energi komunis nya tetapi malah menjelma menjadi kapitalisme (timur) yang terus merangsek bersaing dengan AS.

Tetapi saya setuju bahwa saat ini kelompok Islamophobia di kursi kekuasaan menunjukkan taringnya menyudutkan umat Islam.
Tentu dalam kondisi seperti ini yang perlu diwaspadai oleh umat Islam adalah proxy war.

Biasanya dalam proxy war, para pemain utama memainkan para agen nya yg duduk di kekuasaan. Pertanyaannya siapa agennya Cina dan siapa agennya AS kita tak bisa menebak dengan tepat. Atau bisa jadi agen tersebut main di dua kaki.

Umat Islam tak boleh terjebak dalam proxy war ini, karena yang akan diuntungkan adalah negara kapitalis dan para agennya.

Dalam kondisi seperti ini, saya memiliki pandangan :

1. Komunisme jelas bertentangan dengan Islam dan haram untuk mengadopsinya. Mewaspadainya tanpa kepanikan yang berlebihan akan bangkitnya komunisme.

2. Saat ini kapitalisme lah yang terus menjajah Indonesia dengan penuh serakah. Negara kapitalis yang sedang bertarung di Indonesia saat ini adalah AS dan Cina

3. Setiap kebijakan penguasa yang pro kapitalisme dan menyengsarakan rakyat harus dikritisi sebagai wujud muhasabah lil hukam seperti yang disyariatkan oleh Islam

4. Umat Islam harus memiliki agenda sendiri dan tidak terpancing mengikuti agenda proxy war. Artinya umat Islam harus "menabuh gendang sendiri dan biarkan pihak lain yang bergoyang"

5. Umat Islam harus terus menjaga diri agar tidak terpancing untuk melakukan kekerasan fisik, karena disitulah biasanya agen penjajah akan mengambil keuntungan di "air yang keruh"

6. Umat Islam harus bergerak untuk menyamakan visi perjuangan demi melanjutkan kehidupan Islam.

Saya mengamati dan merasakan bahwa Indonesia In shaa Allah akan menjadi tonggak kebangkitan Islam... Dan mulai nya adalah saat ini.... Aamiin.[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox