Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Selasa, 15 Agustus 2017

Penguasa Harus Berdiri di Barisan Ulama, Merekalah yang Mampu Menggerakkan Umat



Oleh Aminudin S
LANSKAP

"Umat Islam adalah pewaris sah negeri ini!..." Pekik salah satu ulama yang menjadi orator dalam aksi damai di depan Gedung DPRD  I Jawa Timur, 11 Januari 2017. Di depan ribuan peserta aksi beliau menyeru agar pemerintah menjadikan ulama sebagai rujukan dan pengayom pemerintah bukan justru dikriminalisasikan.

Seruan ini sangat wajar bahkan harus dilakukan mengingat ulamalah yang memegang andil terpenting dan terbesar dalam perjuangan kemerdekaan negeri ini. Merekalah yang menggerakkan umat dengan seruan jihad melawan setiap jengkal imperialisme atas negeri ini. Tanpa itu bisa dibayangkan barangkali negeri ini tidak merdeka seperti hari ini.

Dan sangat memprihatinkan, setelah kemerdekaan peran ulama perlahan tapi pasti dimarjinalkan dari penyelenggaraan negara. Dan justru kalangan sekuleris -kapitalis bahkan komunis diberi porsi peran strategis dalam menentukan kebijakan-kebijakan negara ini. Sejak era orla, orba dan reformasi ulama dikotak hanya untuk urusan masjid dan pesantren.

Sementara di era rezim ini ulama justru dijadikan pesakitan hanya karena dalih anti pancasila dan kebhinekaan. Padahal mereka hanya menyampaikan ajaran-ajaran Islam yang mulia, mereka dengan ikhlas menawarkan solusi ilahi atas carut marut negeri ini akibat kebijakan neolib yang kental dengan keserakahan kapitalisme yang alih-alih menyejahterakan justru menyerahkan kedaulatan dan kekayaan negeri kepada asing dan aseng atas nama demokrasi. Sungguh sebuah pengingkaran luar biasa atas sejarah dan fakta  peran ulama untuk negeri ini.

Maka menjadikan wajib bagi penguasa untuk kembali kepada ulama, berdiri bersama ulama untuk mengisi kemerdekaan dengan menjadikan Islam sebagai pedoman kenegaraan. Jika hal itu berani dilakukan pemerintah maka negeri yang penuh kebaikan dan keberkahan adalah hal yang niscaya kita peroleh, bukankah itu cita-cita kemerdekaan kita?.[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox