Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Senin, 07 Agustus 2017

Cukuplah Pidato-Pidato Pedas itu



Oleh Kurdy at-Tubany (Bumi Wali Institute)

Publik kembali digegerkan dengan pidato dan ulah elit politik. Hari-hari ini kita diributkan dengan video pidato dari elit politik Partai Nasedem yang juga ketua Fraksi Nasdem DPR RI, yakni Victor Laiskodat. Video yang viral di media sosial tersebut, berisi agitasi dan fitnah seputar Khilafah. Tak pelak, pidato tersebut langsung menyulut pro dan kontra.

 Pidato yang disampaikan oleh Victor Laiskodat tersebut memberikan setidaknya pemahaman kepada kita beberapa hal berikut,

Pertama, suka atau tidak suka pembicaraan Khilafah akan terus menjadi trend. Kini pembicaraan itu tidak hanya didominasi oleh umat Islam—berlepas dari pro dan kontra—juga menjadi pembicaraan orang di luar Islam.

Kedua, pernyataan bahwa kelak ketika Khilafah tegak maka semua orang wajib sholat, gereja wajib tutup, kalau tidak mau maka akan dibunuh. Pernyataan itu kurang tepat diucapkan seorang politisi, apalagi berbicara tanpa data dan fakta. Tudingan semacam itu tak ubahnya ujaran kebencian yang bisa menjadikan pelaku terkena delik aduan.

Ketiga, sepanjang sejarah kekhalifahan Islam tidak ada pemaksaan untuk masuk Islam bagi non muslim. Sebaliknya non muslim dilindungi harta, jiwa, dan darahnya. Penerapan syariah Islam demi menjaga ketertiban publik, adapun urusan rumah tangga keagamaan diserahkan pada tiap pemeluknya. Siapa pun bisa membaca ulang sejarah Islam dari Rasulullah, sahabat, dan khalifah sesudahnya.

Keempat, pelajaran yang bisa diambil dari pidato itu bahwa segala ucapan dan tindakan seorang elit politik harus difikirkan secara matang. Jangan sampai kondisi kebangsaan yang sudah gaduh ini diperkeruh lagi. Bukankah kita semua adalah bangsa beradab dan memiliki pegangan hidup? Bukankah kita juga ingin menjaga persatuan dan kesatuan?

Mari sebagai anak bangsa, bahu membahu dan hindari sikap islamophobia. Islam itu membawa rahmat bagi seluruh alam, jika saja kita mau berfikir dan memperjuangkannya. Bagi yang belum memahami hakikat Islam, tiada salah untuk mengkaji lebih dalam agar menemukan kebenaran.[]

1 komentar:

Adbox