Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Jumat, 21 Juli 2017

Wiranto: “(HTI & Yang Dianggap Semisalnya) Tidak Boleh Hidup di Indonesia”. Sadarlah Pak, Anda Sedang Hidup Di Bumi Allah!

.


Oleh : Firdaus Bayu (Pusat Kajian Multidimensi)

Isu panas tentang pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sejak beberapa hari lalu masih saja bergeming hingga hari ini. Wajar saja, sebab HTI selama ini memang terkenal sebagai gerakan intelektual yang rapi, prosedural, dan juga smart. Maka tidak mengagetkan apabila kemudian terjadi banyak kontra opini dari sebagian masyarakat atas kesewenangan pemerintah tersebut. Terbukti, banyak kalangan selama ini secara serius berada di barisan pembelaan HTI. Di titik ini, kita patut salut pada mereka.

Pasca pembubaran, banyak pesan dan pe
njelasan yang pemerintah sampaikan kepada publik terkait hal ini. Salah satu yang menarik buat saya adalah pernyataan dari Menkopolhukam, Wiranto. Beliau mengatakan, "Kami pastikan bahwa, tidak hanya HTI, organisasi kemasyarakatan apapun, walaupun sudah mengantongi izin dan berbadan hukum, tapi kegiatannya nyata-nyata bertentangan dengan konstitusi, Pancasila, NKRI, mengancam kedaulatan negara, ya tidak boleh hidup di Indonesia," kata dia. (http://nasional.kompas.com/read/2017/05/15/19421621/.wiranto.minta.masyarakat.tak.ribut.soal.rencana.pembubaran.hti)

Entah seseram apa pandangan Wiranto terhadap umat Islam di negeri ini. Seolah-olah gerakan Islam yang dianggap berbahaya (padahal belum tentu terbukti) akan diberangus dan tidak diperbolehkan hidup di tanah nusantara ini. Apakah dia telah lupa, bahwa dia, termasuk presiden, dan semua pejabat negeri ini sedang hidup di bumi ciptaan Allah. Lantas, atas dasar apa mereka melarang manusia yang sedang melaksanakan tugas dari Tuhannya itu untuk hidup di bumi ini?

Wajar saja jika banyak pihak menilai rezim hari ini bersifat diktator. Pembubaran HTI secara sewenang-wenang adalah contoh nyata untuk itu. Seperti yang dikatakan Rocky Gerung, bahwa tidak ada kegentingan yang memaksa, tapi pemerintah sendiri yang memaksakan kegentingan untuk mengeluarkan perppu ormas yang dengannya pembubaran HTI akhirnya terjadi. Sungguh disayangkan.

HTI selama ini tidak pernah ditetapkan sebagai organisasi sesat oleh MUI. Tuduhan anti pancasila dan sebagainya pun telah berulang-ulang diklarifikasi oleh juru bicaranya di berbagai kesempatan. Jika kita lihat secara jujur, salah satu visi perjuangan HTI selama ini justru ingin menyelamatkan Indonesia dari setiap penjajahan yang ada dengan cara Islami. Tentu saja bagi umat Islam itu merupakan ibadah, karena kegiatannya didasarkan pada ketentuan agama. Nah, hari ini justru ada pihak yang melarang kegiatan agama di bumi pemilik agama itu sendiri, yaitu Allah Tuhan alam semesta. Padahal, mereka yang selama ini menghalangi kegiatan dakwah juga mengaku umat yang beragama. Sungguh aneh.

Kita tentu harus menyadari, bahwa harta dan jabatan di bumi ini hanyalah titipan. Sangat tidak pantas sebagai manusia kita berlaku sombong, sampai menghentikan atau mengusir sesama manusia dari bumi yang sebetulnya bukan milik kita ini. Semoga keadilan segera tegak di bumi ini.[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox