Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Rabu, 12 Juli 2017

Tidak akan Ada yang Bisa Menghentikan Laju Dakwah HTI


Oleh Amil Ar-Rahman (Aliansi Peduli Aktivis dan Ormas Islam)

            Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. (At Taubah 32)

            Setelah pengumuman rencana pembubaran HTI digulirkan oleh Menkopolhukam Wiranto, opini mengkriminalkan HTI terus bergulir. Dimulai dengan mengundang petinggi-petinggi HTI di acara-acara diskusi live di TV untuk disudutkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang menjebak secara politik. Para tokoh-tokoh politik diundang untuk membahas masalah tersebut secara live. Namun, acara live di TV tersebut bukannya menyudutkan HTI malah justru membuat masyarakat semakin menyadari HTI berada pada posisi yang benar.

            Ketika acara diskusi live dengan menghadirkan petinggi HTI secara langsung tidak berhasil menyudutkan HTI, maka acara-acara di TV selanjutnya tidak lagi mengundang petinggi HTI terkait rencana pembubarannya. Dengan begitu, opini di dalam acara diskusi live di TV lebih mudah diarahkan tanpa perlu klarifikasi dari petinggi HTI. Namun, acara diskusi live seperti ini tidak mampu mengarahkan opini di tengah-tengah masyarakat agar mendukung sepenuhnya rencana pembubaran tersebut. Justru HTI mendulang banyak dukungan dari berbagai elemen ormas Islam untuk saling bahu-membahu melawan segala bentuk kriminalisasi ulama dan pembubaran ormas Islam. Bahkan HTI berhasil menggalang dukungan 1000 advokat untuk menghadapi upaya pembubaran tersebut. Akhirnya rencana pembubaran tersebut melamban dan seakan jalan di tempat.

            Meski demikian, upaya kriminalisasi HTI terus berlangsung di bulan Ramadhan melalui program Aiman. Program tersebut memframing apa yang disampaikan oleh Jubir sehingga terkesan gerakan HTI pada dasarnya sama dengan ISIS yang juga memperjuangkan khilafah, hanya saja HTI tidak mengangkat senjata. Tak ayal program tersebut mendapatkan cibiran penentangan yang kuat oleh umat sebab HTI secara jelas dan gamblang menolak deklarasi khilafah selang dua hari, bahkan ada aktivis HTI yang tewas dibunuh oleh ISIS. Maka mengkaitkan gerakan HTI dengan ISIS sangatlah jauh panggang daripada api. Maka upaya kriminalisasi HTI kembali gagal. Umat terus menerus memberikan dukungan hingga terselenggara banyak acara silaturahmi kyai dan ulama yang menyatakan dukungan terhadap HTI dan menolak pembubarannya.

            Tidak berhasil melalui framing media, kini muncul suara dari organ sayap dan partai sekuler. Mereka menuduh HTI akan membongkar konstitusi, berbahaya karena mengganti pancasila dengan khilafah. Padahal, UUD 45 telah diamandemen berkali-kali dan seluruh kekayaan alam diserahkan penguasaannya kepada asing. Semua itu dilakukan oleh pemerintah yang saat ini berkuasa. Justru HTI hadir menawarkan ajaran Khilafah yang notabene adalah ajaran Islam untuk menyelamatkan aset-aset kekayaan alam secara syar’i dan mengarahkan konstitusi secara syar’i pula agar tidak berkuasa para antek-antek asing dan aseng!

            Demikianlah opini kriminalisasi HTI terus digulirkan agar penguasa memiliki legitimasi politik untuk membubarkan HTI. Opini itu sangat dibutuhkan karena sejatinya HTI senantiasa berusaha konsisten berada di jalan yang digariskan oleh Islam, akibatnya membenturkan HTI dengan segala perangkat aturan yang ada akan ketemu jalan buntu. Maka jalan satu-satunya adalah legitimasi politik melalui opini yang hendak dibentuk oleh penguasa bersama kaki tangannya meskipun dengan tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar dan penuh dengan fitnah!


            Hanya saja yang harus disadari oleh penguasa dan diyakini oleh para pejuang, sehebat apapun mulut mereka berucap dan secanggih apapun teknologi membungkusnya, Allah SWT berjanji akan membalikkan opini sehingga cahaya Allah, yakni syariah dan khilafah semakin dikenal dan dirindukan oleh umat Islam. Segala bentuk kriminalisasi terhadap ulama dan ormas Islam akan berbalik kepada mereka sehingga nampak sekali kejahatannya oleh seluruh mata umat yang tidak dibutakan oleh dunia. Maka yang dilakukan sekarang adalah terus-menerus menyuarakan pentingnya penerapan syariah Islam dalam naungan khilafah. Bongkar seluruh rencana-rencana jahat asing dan aseng beserta para anteknya sehingga umat tak lagi peduli dengan segala ucapan dan pencitraannya. Satukan umat dalam ukhuwah Islam sehingga kekuatan umat yang kini semakin menguat tak lagi bisa dicerai beraikan oleh musuh-musuh Allah. []

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox