Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Selasa, 18 Juli 2017

Rakyat Bersatu, Tolak Perppu


Oleh: Kholil (Relawan di Lingkar Opini Rakyat)

Cerita masa lalu bukan begitu saja dibuang. Justru cerita itu menjadi kenangan dan pelajaran di masa sekarang. 'Nasakom bersatu singkirkan kepala batu' cobalah tanya kepada bapak atau mbah-mbah kita. Slogan apa ini? Dan siapakah kepala batu itu?

Saat itu terkenal partai Masyumi yang nyata menolak konsep NASAKOM. Pilihan untuk dibubarkan karena menolak komunisme. Jadi yang di sebut 'kepala batu adalah MASYUMI partai Islam tegas dan kuat waktu itu. Tak pelak waktu itu bukan hanya PKI saja yang menyebut slogan kepala batu tapi juga saudara muslim kita yang bersedia bergabung dengan NASAKOM. Akankah sejarah kembali diputar?

Dalih tidak sesuai dengan pancasila, pemerintah telah berniat membubarkan sebuah ormas dan dilanjutkan dengan mengeluarkan Perppu 02/2017 untuk memuluskan tujuan pembubaran. Kembali hal yang sama terulang MASYUMI dibubarkan karna menolak komunis. Saat ini dengan perppu no 02/2017 penguasa ingin menyumbat suara kaum muslim yang ingin menjalankan ajaran agamanya dalam kehidupan sosial dan politik. Ngakunya demokratis, tapi anti kritis.

Bak buah simalakama, sikap penguasa pun mendapat sandungan. Ibaratkan kesandung batu di Perppu yang sebentar lagi dimintakan persetujuan pada DPR. Secara perhitungan politik, fraksi pun terlihat jelas berdasar kepentingan partai masing-masing. Terlebih partai koalisi. Ingatlah wahai bapak anggota dewan. Anda dipilih rakyat. Digaji dengan uang keringat rakyat. Bela dan lindungi rakyat, jika kehidupanmu ingin bermartabat. Sudah jelas-jelas Peppu 2/2017 inkostitusional, maka layak dicabut dan tidak disahkan. Tak perlu berbelit dan repot demi kepentingan rakyat.

Tengoklah sikap beberapa tokoh politik di Indonesia. Amien Rais dan Yusril Ihza Mahendra menjelaskan jika Perppu menyasar kepada golongan Islam. Tujuannya untuk memangkas kekuatan kaum muslim, yang telah terasa ada yang pro dan kontra terhadap perppu tersebut. Yang diherankan, apakah memang pemerintah sengaja membuat gaduh dengan Perppu? Lalu, rakyat tak lagi kritis untuk mengoreksi kebijakan dzalim lainnya?

Sudahilah konflik pro-kontra Perppu ini. Rakyat sudah capek melihat akrobat politik. Sangat disayangkan sikap pemerintah yang pongah pada tokoh dan ormas Islam. Ingatlah, ini  negara bukan milik partai pemenang. Ini negara berdasrakan konsesus bersama dan dihuni 250 juta jiwa. Jadi jangan semena-mena.

Apabila perpu ini benar benar berlaku, penguasa akan semakin otoriter dengan kelegalan yang telah dibuatnya. Merupakan sikap yang benar jika rakyat menolak penetapan Perppu. Segala bentuk kedzaliman harus dihapuskan dari muka bumi. Tidak boleh ada seorang pun yang otoriter. Ingatlah kita semua akan mati. Rakyat Bersatu, Tolak Perppu!. []

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox