Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Jumat, 14 Juli 2017

Perppu Ormas jangan Jadi Alat Kesewerang-wenangan Pada HTI dan Ormas Lainnya



Oleh: Mashari A. Hamzah (Relawan di Lingkar Opini Rakyat)

Akhirnya pemerintah menerbitkan Perppu No. 2 tahun 2017 sebagai pengganti UU No. 17 tahun 2003 tentang Organisasi Masyarakat (Ormas). Banyak pihak menilai bahwa terbitnya Perppu ini bertujuan agar pemerintah lebih mudah dalam membubarkan ormas-ormas 'radikal' versi penguasa yang pada faktanya adalah organisasi-organisasi, kelompok-kelompok, atau jamaah yang sering menjadi penghalang bagi penguasa untuk memuaskan syahwat politik penguasa.

Setidaknya ada 6 ormas yang saat ini dibidik oleh pemerintah untuk segera dibubarkan. Satu di antara keenam ormas tersebut adalah Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI. HTI dianggap bersebrangan dengan pemerintah, karena Khilafah Islamiyah dan dianggap tidak mengakui Pancasila. Serta tuduhan kesewenang-wenangan lainnya yang tidak berdasar. Begitukah sikap penguasa saat ini yang tidak memiliki hati nurani rakyat?

Pertanyaannya, benarkah HTI layak untuk dibubarkan? Benarkah HTI berbahaya dan akan memecah belah NKRI?

Dalam menilai sesuatu, maka kita harus melihat sesuatu itu secara obyektif agar kita mendapatkan penilaian yang benar terhadap sesuatu itu. Kita tidak boleh menilai sesuatu secara subyektif sehingga kita memberikan penilaian sesuai dengan keinginan kita, bukan berdasarkan kebenaran.

Maka dalam hal ini pemerintah harus menilai HTI secara obyektif agar mendapatkan penilaian yang benar terhadap HTI. Pemerintah tidak boleh menilai HTI hanya berdasarkan subyektivitas penguasa, lalu menyimpulkan berdasarkan hawa nafsu mereka. Pemerintah harusnya melihat rekam jejak HTI dalam setiap aktivitasnya selama ini. HTI selalu santun dalam menyampaikan pendapat, damai dan memberikan kontribusi di tengah-tengah masyarakat berbangsa dan bernegara.

Apabila kita meneliti aktivitas-aktivitas HTI, maka kita akan menemukan beberapa fakta sebagai berikut, di antaranya:

1. HTI selama ini selalu konsisten melakukan berbagai aktivitas pembinaan tsaqofah Islam, sehingga masyarakat semakin memahami Islam secara mendalam.

2. HTI juga berkontribusi menyelamatkan generasi muda dari pergaulan bebas yang bisa mengancam masa depan mereka lewat berbagai event training, outbond dan lain-lain. Menyelamatkan generasi muda sama saja menyelamatkan masa depan bangsa dari kehancuran.

3. HTI aktif menjalin ukhuwah dengan berbagai kalangan. HTI tidak eksklusif dengan cara memisahkan diri dengan masyarakat. HTI selama ini rutin mengunjungi berbagai ormas, jamaah, parpol hingga instansi pemerintah untuk menjalin tali persatuan.

4. HTI juga sering ikut terjun membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimba musibah bencana alam. HTI ikut memberikan dukungan moral dan material dengan ikhlas tanpa mengharap imbalan.

5. HTI konsisten membongkar konspirasi asing yang bertujuan untuk menguasai kekayaan alam milik bangsa Indonesia. HTI selalu mengingatkan bahwa kekayaan alam harus dikelola negara demi kesejahteraan rakyat, bukan dinikmati segelintir kapitalis.

6. HTI memang sering mengkritik kebijakan penguasa. Semua itu dilakukan ketika HTI menganggap bahwa kebijakan tersebut dapat menyengsarakan rakyat seperti kenaikan BBM, TDL dan sebagainya. Bukankah di dalam demokrasi rakyat memang harus kritis? Lagipula HTI selalu menyampaikan pendapatnya dengan cara damai, jauh dari anarkis.

7. HTI tidak pernah membebani negara karena setiap kegiatan HTI murni dibiayai oleh anggotanya sendiri. HTI bukan ormas yang gemar mencari sumbangan dana ke pihak manapun, termasuk pemerintah.

8. HTI dalam berbagai seminar, diskusi dan media cetak maupun elektronik menawarkan ide Khilafah untuk mengatasi berbagai problem yang mendera bangsa ini. Khilafah bukanlah ideologi asing seperti komunisme, marxisme, kapitalisme ataupun liberalisme. Khilafah adalah bagian dari ajaran Islam yang menjadi agama mayoritas penduduk di negeri ini. Khilafah bukan bahaya yang mengancam negeri, melainkan sebuah ide cemerlang yang akan menyelesaikan problematika pelik negeri ini, bahkan bisa mengantarkan negeri kita menuju kejayaan.

Jika demikian fakta yang selama ini dilakukan HTI, sungguh kita tidak akan menemukan sedikitpun bahaya dari keberadaan HTI. Justru keberadaan HTI sangat kita butuhkan dalam rangka membangun Indonesia ke arah yang lebih baik. Jadi, kalau pemerintah mengeluarkan Perppu Ormas, apakah benar karena alasan demi menjaga NKRI atau menjaga kepentingan asing dan aseng?

HTI dan ormas lainnya pun sudah memahami arah politisasi dari wacana pembubaran Ormas. Karenanya mereka bersatu padu melawan bentuk kedzaliman dan kesewenang-wenangan penguasa. Jika kesewenangan itu terus berlanjut, maka usia rezim ini tak akan lama. Siap-siap digulung ombak besar yang akhirnya hancur lebur berantakan. []

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox