Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Kamis, 20 Juli 2017

Pemerintah Telah Bertindak Radikal dan Inkonstitusional, ini Buktinya



Oleh Puji Yuli (Women Movement Institute)

Panas Perppu Ormas. Realisasinya pasca diterbitkan menimbulkan efek domino dan menabrak hukum yang ada. Sikap inkonstitusional inilah ditujukan tanpa mampu memberikan penjelasan dan alasan jelas. Tak heran jika elemen rakyat yang sadar melakukan penolakan Perppu 2/2017. Kalangan Ormas, akademisi intelektual, pakar hukum hingga rakyat kecil pun tersadar. Para pakar hukum tata negara memberikan pandangan hukum bahwa langkah ini sangat fatal dan menyalahi aturan yang berlaku, masukan ini tidak diindahkan sama sekali oleh Pemerintah Jokowi. Pemerintah memperlihatkan sikap inkontitusionalnya yang sangat radikal.

Rabu, 19 Juli 2017, menjadi lonceng kematian hati nurani dan sikap sewenang-wenang. Perppu 2/2017 seolah menjadi tanda sah dalam melakukan ‘pencabutan nyawa’ ormas yang diduga bertentangan denganya. Sungguh hal ini bentuk kedzaliman luar biasa dan terang-terangan. Apakah pihak itu memahami hakikat apa mengeluarkan Perppu dan Pencabutan SK HTI? Cukupkah dengan sangkaan dan tuduhan fitnah? Atau memang bergantung selera pemilik kuasa yang seolah mencuci tangan dari beragam ‘huru-hara’ Perppu Ormas?

Indikasi kembalinya rezim otoriter dengan Perppu yang dibuatnya sendiri. Pangkal masalahnya jelas, bukan karena HTI atau Ormas yang disangka anti-Pancasila, tetapi ketidaksukaan penguasa singgasananya hilang. Mereka lebih mencintai dunia yang menipu, daripada harus memberika pembelaanya kepada Islam dan rakyatnya.

Sejarah sudah mencatat, bahkan jejak digital sudah menyimpan sikap inkostitusional radikal Perppu 2/2017. Jika negeri ini ingin selamat, cabut Perppu Ormas. Bersikaplah sebagai seorang negarawan sejati. Pedulilah kepada rakyat dengan sebenar-benarnya peduli yang jauh dari pencitraan diri. Jika Indonesia bangga disebut negara demokratis ketiga. Lantas apa guna sikap inkostitusional radikal ini? Anomali di masa kini, bro!.[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox