Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Selasa, 11 Juli 2017

Mikir..mikir..mikir..Jangan Cuma Kerja..kerja..kerja



by Prof. Suteki

Ada yg bisa klarifikasi berita ini?
Ini bukan kiamat bagi ormas Islam bukan?
Ini bukan akhir perjuangan Islam bukan?

Anehnya, kenapa Kyai Aqil Sirad yg justru ngerti dan diwawancarai ttg Perppu ini? Kok bukan sekretaris negara atau mungkin malah Presiden sendiri?

Menurut temen fb, ini fair atau tidak? Tindakan ini akan merangsek ormas-ormas Islam lainnya apa tidak? FPI termasuk kelompok radikal juga bukan mnrt hitungan pembencinya?

Siapa saja yg bersorak sorai dengan Perppu pembubaran ormas yg "dianggap radikal" ini?

Apakah Perppu ini akhirnya juga akan merangsek ke pemikir-pemikir radikal di kampus dan sekolah juga di masjid?

1. Dosen tdk boleh berpikir radika?
2. Guru tdk boleh mengajar scr radikal.
3. Khatib dan ustadz tdk boleh ceramah radikal
4. Mahasiswa tdk boleh ikut bergerak radikal

Padahal saya selalu minta mahasiswa untuk berpikir radikal. Saya mengajari mahasiswa menjadi radical agent, mengutip pendapat Pierre Bourdieu. Hanya dgn berpikir radikallah akan diperoleh changes, dinamika hidup sehingga hidup ini tdk terkesan kaku, keras dan dingin. Kaku, keras dan dingin hanyalah simbol-simbol kematian.

Mengapa yg radikal mesti ditumpas, dibelenggu dan ditindas? Di manakah slogan DERADIKALISASI yg selama digembar-gemborkan. Tiadakah jalan untuk bicara dan duduk bersama. Bukankah kita anut demokrasi yg dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan, bukan oleh PALU GADA tanpa kebijaksanaan? Ingatlah, sekecil apa pun ormas Islam yang dinilai "radikal" itu adalah bahagian dari tubuh kita. Bila bagian tubuh kita ada yang sakit, haruskah kita lakukan bumi hangus atau mengamputasi bagian tubuh kita ya didiagnose sakit itu?

Mikir..mikir..mikir..jangan cuma kerja..kerja..kerja. Dan janganlah menyesal dikemudian hari karena baru sadar bahwa: I DON'T READ WHAT I SIGNED!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox