Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Sabtu, 15 Juli 2017

Ketum PB HMI (MPO) : Perppu Ormas Terbit, Pemerintah lakukan cara cara Otoriter




PojokAktivis - Kamis, 13 Juli 2017 pukul 16.30 WIB. Gerakan Mahasiswa Pembebasan bersilah ukhuwah dengan PB HMI. Dalam kunjungan tersebut yang disambut langsung oleh Ketum PB HMI (MPO) bung Ahmad Fauzi mendiskusikan beberapa hal strategis terkait dengan situasi nasional terkini. Diantara isu yang menjadi pembahasan utama adalah terkait sikap otoriter rezim Jokowi yang telah menerbitkan perppu ormas.

Gerakan mahasiswa pembebasan berpandangan bahwa lahirnya perppu ormas tersebut adalah tak lepas dari politik balas dendam atas kekalahan partai penyokong Ahok dalam pilkada Jakarta yang diwarnai insiden buruk atas penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai calon yang diusung oleh partai penguasa. Dimana umat Islam bereaksi keras atas insiden tersebut sehingga Ahok pun kalah dan menerima vonis pengadilan selama 2 tahun penjara. “aroma politik balas dendam terhadap ormas Islam sangat kentara dalam penerbitan perppu ormas tersebut.” Ujar Bung Firmansyah selaku Divisi Agitasi dan Propaganda GEMA Pembebasan.    

Ketua Umum PB HMI bung Fauzi kemudian menyampaikan pendapatnya bahwa ummat Islam semakin ditekan justru semakin kuat, fakta sejarah telah menjelaskan kepada kita bahwa umat Islam baik di era orla maupun orba juga pernah mendapat tekanan dengan cara cara yang otoriter, namun justru ummat Islam semakin kuat dan besar. Oleh karenanya bung fauzi menyatakan dengan tegas bahwa ada tidaknya perppu ormas, bahkan jika ormas Islam dibubarkan sekalipun tak bepengaruh pada perjuangan dakwah umat Islam. Hanya saja, ormas atau gerakan Islam perlu melakukan perlawanan dengan cara acara yang elegan, misalnya dengan melakukan gugatan atas perppu tersebut karena memang perppu tersebut merupakan alat rezim penguasa untuk menjegal lawan politiknya sekaligus menyembunyikan kebobrokan rezim dalam mengurus negara, misalnya dalam pengaturan anggaran negara dimana kondisi hutang yang terus bertambah, sumber daya alam dan energi yang dikuasai oleh asing dan aseng.”

Diakhir diskusi, GEMA Pembebasan menyerahkan bingkisan media yang bertemakan “Khilafah ajaran Islam, mengapa dikriminalkan?” dan kedepan GEMA Pembebasan dan HMI akan intens untuk mengadakan agenda diskusi strategis untuk mensinergiskan gerak langkah perjuangan. (fb)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox