Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Rabu, 19 Juli 2017

Jujur, HTI Semakin di Hati



Oleh Kholil (Relawan di Lingkar Opini Rakyat)

Rabu 19 Juli 2017, dunia telah mencatat: kematian hati nurani dan keadilan bagi rakyat. Riuh pemberitaan HTI pasca pencabutan SK oleh Kemenkumham. Seolah kondisi ini mirip dengan pencabutan ‘nyawa’ kelompok atau organisasi yang baru ‘diduga’ bersebrangan dengan keinginan penguasa. Apakah benar HTI membahayakan? Atau justru berlindung dibalik perppu dan lembaga negara untuk membunuh karakter lawan politiknya?

ILC TV One pada Selasa 18 Juli 2017, Jubir HTI Ismail Yusanto membantah bahwa HTI tidak memiliki kontribusi bagi bangsa. Justru HTI megajak mengaji para remaja pelajar, mahasiswa, ibu-ibu dan siapapun agar mereka memiliki sikap yang baik, terhindar dari pergaulan bebas, narkoba dan kenakalan remaja.

Rakyat yang bisa melihat contoh dari siapa saja yang dibinaNY. Felix Y. Siawu yang kajiannya degemari remaja, aksesnya terbuka, banyak akun yang ia rawat setiap saat bisa dicermati. Felix bisa menjadi teladan terkait komitmen berislam. Dari mualaf kini pendakwah Islam, sungguh luar biasakan?

Berdasarkan pantauan kami, baik dunia nyata dan maya, rakyat kian melirik HTI. Sorot matanya tajam dan kritis ingin tahu lebih jauh idenya. Tak tanggung-tanggung, kini Syariah, Khilafah, dan HTI diulas dan ditulis dalam beragam analisis. Menarik. Hal ini menunjukan rakyat kian kritis pada suatu ide atau gagasan, meski ada jiwa-jiwa hasud yang tidak suka. Anyway, biarkan rakyat memilih. Mau bersama HTI atau mengabaikan HTI?

Tatkala HTI ditanya Khilafah, argumennya cerdas dan bernas. Dalilnya kuat dan penjelasannya masuk diakal. Gambaran syariah dan khilafah pun tampak ideal. Justru, kini publik lebih merasuk ke hati mendengarkan penjelasannya. Pasalnya, selama ini rakyat dibodohi dengan informasi sesat dan menyesatkan terkait HTI. Meski, rakyat menilai cita-cita HTI terlampau tinggi dan ideal, rakyat pun memberikan simpati.

Gambaran HTI bisa disamakan dengan para ulama dan imam terdahulu. Nasib ulama difitnah dan dihalangi. Hal ini seperti dialami:

IMAM SYAFI'IE
Tangan dan kakinya dirantai lalu dibawa menghadap pemerintah dan hampir-hampir dipancung karena dituduh Syiah dan pemecah-belah masyarakat.

IMAM HANAFI
Ditangkap, dipenjara, dicambuk, disiksa dan dipaksa minum racun oleh pemerintah lalu meninggal dunia karena tidak setuju dengan dasar-dasar pemerintah.

IMAM MALIKI
Dicambuk dengan cemeti lebih kurang 70 kali sepanjang hayatnya oleh pemerintah kerana sering mengeluarkan kenyataan yang bertentangan dengan kehendak pemerintah.

IMAM HAMBALI
Dipenjara oleh pemerintah dan dirotan belakangnya hingga hampir terlucut kainnya kerana mengeluarkan fatwa yang bertentangan dengan kehendak pemerintah. Pemerintah menganggap mereka lebih betul daripada ulama.

SUFYAN AT TSAURI
Seorang wali Allah yang termasyhur. Ditangkap tanpa bicara karena berani menegur kesalahan khalifah dan dihukum gantung tetapi sewaktu hukuman hendak dijalankan kilat dan petir menyambar pemerintah dan menteri-menterinya lalu mereka mati tertimbun tanah.

SAID BIN JUBAIR
Seorang wali Allah yang dikasihi harimau. Dibunuh karena didakwa memecah-belahkan masyarakat, menentang kerajaan dan berkomplot untuk menjatuhkan pemerintah.

ABU YAZID AL-BUSTAMI
Wali Allah yang terkenal dengan pelbagai karamah. Dituduh sesat karena ilmu agamanya lebih tinggi daripada pemerintah. Dihukum pancung oleh pemerintah tetapi tiada siapapun berhasil memancungnya.

ABUL HUSIN AN-NURI
Wali Allah yang mampu menundukkan api. Ditangkap dan hampir dihukum karena dia menentang tindakan pemerintah yang membenarkan minuman arak berleluasa dalam negara.

IMAM NAWAWI
Hampir-hampir dipukul dan telah dibuang negara oleh pemerintah karena menegur tindakan pemerintah menyalahgunakan uang rakyat. Juga seorang wali Allah yang terkenal sepanjang zaman.

Jadi teringat Gus Nur yang belakangan sering mengungkapkan buah pikirannya di youtube. Beliau menyampaikan setiap yang memusuhi umat Islam, menista ulama dan Al Quran tidak pernah berakhir dengan dibacok oleh FPI dan HTI, tapi mereka tiba-tiba saja dibalas langsung oleh Allah, entah tiba-tiba meninggal, kena strouke, atau sakit mendadak dan lain-lain.

Kini HTI tidak sendiri. Rakyat siap membelanya. Bukankah HTI selama ini percaya dan yakin dengan janji Allah. Saudara kami di HTI, tetap teguh dalam pendirian.  Dakwah terus digelorakan, meski mereka meradang dan menghadang. Islam akan terus menang dan di atas segalanya. Berani melawan Islam, berarti menyakiti Allah, Rasul-Nya, dan umatnya. Saudara kami, Ismail Yusanto di HTI, wajah Anda tampak yakin dengan janji Allah meski ada dua ring di jantung. Allah saat ini telah memilih dari hambanya yang akan terus dan berdatangan membela apa yang diperjuangkan HTI. Jujur, HTI semakin di hati sampai dibawa mati. Karena perjuangannya untuk Islam, bukan yang lain. []

3 komentar:

  1. Umat Islam telah terperosok ke dalam sistem kehidupan berasaskan paham sekularisme.
    https://bogotabb.blogspot.co.id/

    BalasHapus

Adbox