Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Rabu, 12 Juli 2017

Hentikan Penyesatan Opini Terhadap HTI



Oleh: Kholil (Relawan di Lingkar Opini Rakyat)

Bukannya penguasa ini sadar-sesadarnya, justru sikapnya kian menimbulkan anomali. Inginnya negeri ini aman dan nyaman, malahan dibuat gaduh dengan isu murahan. Apa yang dilakukan pada kalangan aktifis dan kelompok Islam begitu jelas. Mereka hendak membungkam sikap kritis. Padahal tukang kritik tak akan pernah mati.

Hal penting yang harus disadari oleh seluruh rakyat adalah penyesatan politik pada HTI. Berdasarkan pantauan di lapangan, HTI bekerja untuk umat dan melanjutkan harapan yang dicitakan pendahulu bangsa. HTI telah terliahat yang menolak (neo-imperialisme), (neo-liberlisme) dan mengajak bangsa agar berada dalam kemerdekaan sebenarnya. Telah nyata pendiri bangsa dan negara ini tegas melawan penjajahan dalam bentuk apapun saat itu? 

Neo-liberalisme dan neo-imperialisme sungguh mengancam bangsa Indonesia. Untuk menguasai sebuah wilayah, negera imperialis tidak perlu mendatangkan tentara dan peralatan perang, mereka berkamuflase untuk mengatur sebuah negeri dengan menempatkan agen yang dibiayai untuk jadi pemimpin yang mengatur sedemikian rupa. Model perundangan dibuat demi kepentingan tuannya, sehingga mereka bisa menguasai aset negara  dan mengeruk kekayaan alam. Sungguh anomali politik ditunjukkan rezim saat ini.

 Amandemen UU yang menguntungkan asing dan merugikan bangsa ditolak oleh HTI. Kesadaran HTI jauh melampaui kepekaan politik politisi. Bahkan dengan terus terang HTI membongkar makar dan upaya keji penjajah yang ingin bercokol di negeri ini. Lantas mana suara NKRI harga mati? Tapi diam seribu bahasa tatkala negeri ini dikerat-kerat di diambil paksa kedaulatannya.

 Sangat aneh jika Khilafah yang ditawarkan HTI dikaitkan dalam beragam kejahatan dan tiada dasarnya. Jika saja, rakyat dan penguasa mau membuka dan mendengarkan penjelasan Khilafah dari HTI, niscaya akan semakin jelas. Jangan sampai Khilafah yang merupakan bagian dari ajaran Islam dihinakan bahkan dihilangkan jejaknya. mAdanya Khilafah yang dituntunkan Nabi, dan ditetapkan para sahabat apakah merupakan suatu hal yang tidak penting, dan saat kita diberi pilihan haruskan kita membuang seperti pakaian yang usang?

 Isu ISIS sering dijadikan sasaran antara untuk menembak kalangan yang mencita-citakan Khilafah. Mereka lupa untuk melakukan pengkajian mendalam pada ISIS dan Khilafah versi mereka. Mereka suka mengenalisir tanpa mau bersusah payah melakukan penelitian dan pengkajian. Maklum War on ISIS sesungguhnya ditujukan sebagai War On Islam dengan wajah berbeda. Tujuannya jelas, rakyat agar tidak tahu menahu dan menjauhkan rakyat dari Islam.

Benar sekali apa yang dikatakan oleh Peneliti  Ekonomi Politik Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng, Ahad (14/5/2017) bahwa rencana pembubaran HTI adalah serangan terhadap para pejuang kemerdekaan, pejuang kedaulatan,  yang disponsori oleh asing dan taipan. Hal itu terjadi, menurut dia, lantaran selama ini HTI selalu menolak neo-liberalisme dan neo-imperialisme, penguasaan kekayaan alam oleh asing dan taipan; menolak demokrasi liberal; melawan pengkhianatan Pemerintah dan elit politik yang semakin jauh dari amanat para pendiri bangsa.

 Jika Anda jujur, maka rakyat akan bersimpati. Jika Anda kasar, maka rakyat akan meninggalkan Anda. Jika Anda menjunjung tinggi hukum, sebagaimana ungkapan ‘ini negara hukum’, maka rakyat akan mempercayainya. Maka jika Anda mempermainkan hukum dan kekuasaan, maka rakyat bergerak mengadilinya dengan caranya sendiri. Hentikan segala bentuk penyesatan opini terhadap aktifis dan oramas Islam, termasuk HTI. []

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox