Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Selasa, 25 Juli 2017

Anggota Banser Ini sebut Masih Lebih Enak Zaman Pak Harto


Pojok-Aktivis.com, JAKARTA - Ada yang menartik di acara diskusi yang digelar di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangktan Bangsa (DPP PKB), Jakarta Pusat, hari Minggu (23/7) kemarin.

Amir, seorang anggota Banser asal Mojokerto, Jawa Timur, di forum ini bercerita tentang insiden pengeboman gereja Eben Haezer di Mojokerto yang menewaskan anggota Banser bernama Riyanto di malam Natal tahun 2000 silam.
Di tengah-tengah pemaparannya, ia tiba-tiba membandingkan masa Orde Baru di bawah almarhum Presiden Soeharto, dengan Pemerintahan era Presiden Jokowi saat ini.

"Zamannya Pak Soeharto itu enak. Sekarang zamannya Pak Jokowi, kemarin, air saja tidak ada. Zaman SBY, jujur Bu, benar ya Pak," ujar Amir yang kemudian memancing gelak tawa peserta diskusi, termasuk diantaranya adalah Ketua DPP PKB, Muhaimin Iskandar.

Di acara tersebut selain Muhaimin Iskandar, juga hadir mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, yang kini menjabat sebagai Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPP PKB, serta Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora), Imam Nahrawi.

Pemaparan Amir sempat terhenti sejenak, karena mayoritas peserta diskusi tertawa, termasuk para pengurus PKB. Di tenagh-tengah kegaduhann tersebut, tiba-tiba Imam Nahrawi yang juga merupakan kader PKB itu naik ke atas panggung, dan memberikan satu botol air mineral kemasan ke Amir sembari tertawa.

Ia lalu melanjutkan pemaparannya dengan memuji Menpora, antara lain terkait kemenangan timnas U-23 atas timnas Mongolia dengan skor 7 - 0. Kemudian ia kembali bercerita soal bagaimana enaknya hidup di zaman Soeharto.

"Saya jaman pak Suharto, jajan saya seribu dua ratus (rupiah), makan tenang. Saya bicara apa adanya, saya bicara apa adannya, benar," katanya.

"Alhamdullilah sekarang di negeri ini, Pak Jokowi bisa mengatasi kerjasama KPK dengan pak Polisi," ujar Amir yang tiba-tiba memuji pemerintahan saat ini.

Atas pernyataannya itu, salah seorang peserta diskusi kemudian menyindir Amir, melalui pertanyaan kenapa ia tiba-tiba menyerah, dan tiba-tiba memuji keberhasilan pemerintahan saat ini.

"Bukan menyerah Pak, tapi kenyataan di lapangan," ujarnya yang kembali memancing gelak tawa peserta diskusi. [tri]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox