Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Jumat, 09 Juni 2017

Ramadhan dan Manfaat Ekonomi


( Salah satu bukti keberuntungan; jika syariat islam diterapkan ? )

Oleh : Edy Sutrisno, SP, MBA*)

Pada tahun 2011, saya mengikuti Seminar Nasional Ekonomi Islam di kampus Universitas Gajah Mada Yogyakarta.  Pada kesempatan itu, ada gambar kartun ditampilkan oleh narasumber di layar, yang sangat menarik perhatian saya, yaitu menggambarkan keadaan pada saat krisis ekonomi beberapa tahun yang lalu, dimana gedung  bank – bank konvensional dan lembaga keuangan dunia yang berbasis riba, ambruk dan pada saat yang sama,tetap tegaknya gedung bank – bank syariah.

Gambar kartun itu, menurut saya menggambarkan bukti, bahwa jika ajaran Islam diterapkan, maka 'pasti' ada kemaslahatan / manfaat yang dirasakan oleh manusia. Pada gambar itu, salah satu ajaran Islam adalah bahwa "Alloh telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba". Pada saat krisis ekonomi, bank – bank konvensional menerapkan sistem bunga (riba), maka mereka ambruk  Sedangkan bank-bank syariah menerapkan sistem jual beli / kerja sama / bagi hasi.; maka mereka tetap bisa beroperasi.

Pada makalah seminar itu, juga dipaparkan tentang potensi pasar produk halal dunia, seiring kesadaran umat Islam terhadap konsumsi produk halal, sebagai berikut:.
-          Perdagangan dalam “Halal Food” sangat besar dan diperkirakan mencapai 347 Milyar US Dolar secara global.
-          Berdasarkan Data dari the Islamic Food and Nutrition Council of America, pasar halal Amerika Serikat mencapai 17.6 Milyar US Dollar.
-          Kombinasi utama populasi pasar halal  dunia mencapai 652 Juta penduduk

Hal – hal diatas menunjukkan bahwa jika ajaran Islam ditaati, maka pastilah ada potensi kebaikan yang akan dirasakan oleh masyarakat..

Ramadhan dan Manfaat Ekonomi

Sekarang, di bulan Ramadhan, kita juga dapat melihat bukti nyata adanya kemanfaatan ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat, bahkan juga bagi mereka yang non-muslim.  Betapa tidak, konsumsi masyarakat di bulan ini sangat meningkat, siapa yang diuntungkan, tentunya adalah semuanya, masyarakat beuntung karena terpenuhi kebutuhannya untuk menyambut dan menikmati bulan Ramadhan dan mempersiapkan hari raya di bulan Syawal. Selanjutnya para pedagang dan pelaku ekonomi lainnya mendapatkan keuntungan berupa laba atau pendapat atas jasa yang mereka terima dari layanan mereka kepada masyarakat Muslim.

Siapakah pemilik toko – toko yang menyediakan  kebutuhan masyarakat Muslim di bulan Ramadhan ini ?  Siapakah pemilik perusahan bus, perusahaan kereta api, kapal laut, atau maskapi penerbangan ? Sebagaian justru mungkin adalah warga non-muslim.  Mereka mendapatkan manfaat ekonomi pada saat masyarakat Muslim mengamalkan ajaran Islam, yaitu ibadah Puasa Ramadhan dan Iedul Fitri. Andai masyarakat Muslim tidak merayakan Ramadhan dan Iedul Fitri, maka para pelaku ekonomi itu, tidak akan mendapat manfaat.

Syariat Islam dan Kebaikan Masyarakat

Selain hal-hal di atas, kita bisa menemukan banyak bukti lain tentang kebaikan yang dirasakan oleh masyarakat, pada saat masyarakat Muslim menaati ajaran Islam, salah satu contohnya adalah Pernikahan. Ketika ajaran Islam tentang pernikahan ini ditaati, maka disamping akad nikah, kita mendapati acara pesta pernikahan (walimatul ursy).  Ketika pesta pernikahan dilangsungkan, siapakah yang mendapatkan manfaatnya ?  Para pemilik gedung, perusahaan katering, persewaan alat pesta, event organizer, dan pihak – pihak lain yang terlibat, akan mendapatkan manfaat kebaikan dari pelaksanaan acara walimah sebagai bentuk pengamalan ajaran Islam.

Contoh lain adalah keberadaan lembaga pendidikan Islam, diantaranya pesantren, madrasah, sekolah-sekolah Islam, dan lain-lain.  Lembaga ini mendidik generasi muda Muslim untuk menjadi anak-anak yang soleh dan dapat diharapakan menjadi sumberdaya manusia yang bermanfaat bagi masyarakat.  Siapakah yang diuntungkan ? Tentulah orang tua santri / siswa yang bersangkutan. Secara tidak langsung, pemerintah dan aparat hukum juga diuntungkan, karena tugas mereka menjadi ringan.

Contoh selanjutnya adalah keberadaan ormas Islam yang melaksanakan dakwah Islam di masyarakat, membina dan mendampingi masyarakat menjadi pribadi Muslim yang baik. Selain itu ormas Islam juga menyampaikan nasehat dan seruan kebaikan kepada masyarakat dan pemerintah agar senantiasa menaati ajaran Islam.  Siapakah yang diuntungkan ?  Tentulah semuanya diuntungkan.

Sambutlah Ajaran Islam

Maka selayaknya, pemerintah dan masyarakat, terlebih masyarakat Muslim untuk menyambut dan mendukung seruan mengamalkan seluruh ajaran Islam, karena adanya kebaikan bersama yang akan mereka peroleh di dunia dan akherat.

Sekarang ini sedang diperbincangkan di masyarakat tentang khilafah.  Sesungguhnya khilafah adalah ajaran Islam, dan merupakan pintu beribu kebaikan yang akan dirasakan oleh masyarakat baik yang Muslim maupun yang non-muslim.  Maka seharusnya masyarakat tidak takut atau ditakut-takuti dengan ajaran Islam tentang khilafah.

Sebagaimana puasa Ramadhan adalah ajaran Islam yang membawa manfaat, maka demikianlah mewujudkan Khilafah adalah pengamalan ajaran Islam, tentulah selayaknya dipahami sebagai ajaran Islam yang akan membawa kebaikan untuk bersama. []

Wallohu'alam..
Tulungagung, 8 Juni 2017

*) Pendidik, alumnus Institut Pertanian Bogor, dan MM UGM Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox