Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Jumat, 30 Juni 2017

Ketua PMPI: Berhentilah Menyiksa Rakyat dengan Kebijakan Neoliberal

Abdurrahman Ketua Persatuan Mahasiswa dan Pemuda Islam Jawa Timur

 PojokAktivis - Tak henti-hentinya pemerintah mngeluarkan kebijakan yang menyengsarakan ratyat, tak henti-hentinya pula pemerintah mengkambing hitamkan rakyat terutama umat islam yang mengingatkan bahwa kebijakan yang di buat pemerintah ini dapat menyengsarakan rakyat. Mereka yang mengingatkan, menyampaikan dimana letak kesalahan kebijakan itu dan memberikan solusi untuk hal itu, alih-alih saran dan solusi di tanggapi dengan bijaksana, pemerintah justru menyalahkan dan mengkriminalkan mereka, tidak tanggung-tanggung ulama’ pun mereka kriminalkan.

Kebijakan pemerintah yang akan menaikkan lagi tarif dasar listrik di awal bulan juli nanti merupakan salah satu kebijakan yang mencekik rakyat. “Kenaikan tarif listrik untuk golongan daya 900VA sebelumnya sudah mengalami kenaikan, per tanggal 1 maret 2017 berlaku sebesar Rp 1.034 per KWH. Lalu per 1 Mei naik kembali menjadi Rp 1.352 per KWH dan per tanggal 1 Juli tarif baru menjadi Rp 1.467,28 per KWH. (Republika.co.id)”. Tak hanya itu tak terkontrolnya stabilitas harga pangan dan sembako, serta kenaikan harga BBM secara kumulatif yang dapat berakibat pada terjadinya inflasi ekonomi.

Dan  berbagai macam masalah di negeri ini yang seharusnya segera di selesaikan, malah sangat lamban untuk di selesaikan bahkan terlihat tak serius untuk di selesaikan, seperti pengusutan *kasus mega korupsi BLBI, EKTP, dan lain sebagainya, yang jelas-jelas sudah merugikan rakyat trilyunan rupiah. Alih-alih menyelesaikan berbagai macam permasalahan yang ada, Pemerintah justru membuat pengalihan isu ketidak mampuannya dalam mengelola negara ini dengan membuat isu-siu tandingan yang tidak produktif dan tidak penting, mulai dari adanya konfrensi pres pada harim Senin, 8 Mei 2017 oleh Menkopolhukam Bpk. Wiranto yang menyatakan akan melakukan pembubaran Ormas Islam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dengan alasan bahwa HTI dinilai tidak melaksanakan peran positif dalam pembangunan guna mecapai tujuan nasional dan terindikasi tidak sesuai UU no.17 th 2013 tentang Ormas.

Tidak hanya pada Ormas Islam tapi justru para aktifis dan ulama’- ulama umat islam juga di kriminalisasi, di penjarakan, bahkan di fitnah dengan perkara2 yang sangat tidak pantas dan di ada-adakan. Ulama seperti Ust. Bachtiar natsir, Ust. Alfian tanjung, Ust. Al Khatthat, dan Habib Riziq, mereka di kriminalkan, di fitnah dan di penjarakan tanpa ada delik hukum yang kuat, dan tidak ber dasar, seakan-akan memaksakan kehendak jika pemerintah merasa kepentingannya merasa terusik maka tidak pandang bulu semua harus di singkirkan.

Kebijaka-kebijakan yang di buat oleh pemerintah adalah sumber permasalahan negeri ini, kebijakan yang tak memihak kepada rakyat adalah sebuah kedzaliman yang nyata, pemerintah seharusnya mengayomi mengurusi segala hajat rakyatnya agar rakyat dapat sejahter. Bukan malah mengurusi kepentingan-kepentingan pengusaha yang hanya mementingkan urusan pribadi mereka sendiri, menghalalkan segala cara agar kepentingan-kepentingan mereka dapat berjalan dengan lancer. Yang bukan menjadikan negeri ini makain sejahtera tapi semakin sengsara.

Pemerintah merupakan pihak yang di amanahi untuk mengurusi hajat urusan rakyatnya, yang seharusnya ketika amanah tersebut sudah di embannya harus di jalankan untuk mengurus segala hajat urusan rakyat yang di pimpinnya, bukan menghianati kepercayaan rakayat yang telah memilihnya.
Dari penelaahan di atas maka kami dari Persatuan Mahasiswa & Pemuda Islam Jawa Timur, menyampaikan dan menuntut kepada pemerintah. Kembalilah kejalan yang lurus, kembalilah mengurusi urusan rakyat. Hentikan segala kebijakan-kebijakan neoliberal yang samasekali tak memihak rakyat, kebijakan yang selama ini menzalimi dan menyengsarakan rakayat, seperti menaikkan harga sembako, TDL(Listrik), BBM dan lainnya. Karena menyeng sarakan rakyat adalah bukan termasuk ciri pemimpin umat Rasulullah.

Hentikanlah segala macam bentuk fitnah, dan pengkriminalisasian terhadap Islam, baik itu Ulama, Aktivis, Gerakan Dakwah, dan Ajaran Islam Yang mulia. Sesungguhnya Umat islam ini adalah Benteng terakhir dan asset terbesar bangsa Indonesia ini.

Kami menyeru dan menuntut pemerintah agar menyelesaikan dan mengusut tuntas kasus-kasus mega korupsi yang di lakukan oleh para maling-maling di tubuh pemerintahan, karena telah merampaok dan mnyengsarakan rakyat dan negeri ini. Hukum penista agama dengan seadil adilnya, jangan lindungi penista agama, karena akan menjadikan negeri ini semakin rusak.

Kami menolak keras segala bentuk upaya disintegrasi bangsa dan sparatisme yang nampak nyata di pemberitaan baik media massa dan media sosial, seperti separatis papua dan minahasa yang nyata-nyata ingin memisahkan diri dari Indonesia, ini merupakan bentuk pemecah belah bangsa yang amat nyata dan harus segera di hentikan dan di selesaikan, agak negeri ini tidak terpecah belah, karena memisahkan diri dari negeri muslim adalah perbuatan yang diharamkan Allah SWT.

Kepada segenap rakyat indonesai turutlah berjuang Bersama pemuda dan mahasiswa islam untuk melawan segala bentuk kezaliman dan kesewenang-wenagan terhadap rakyat Indonesia. Pertahankan seluruh tumpah darah Indonesia dengan segenap kemampuan. Hindari adu domba antar gerakan dakwah islam yang dapat mengikis persatuan/Ukhuwah Islam. Karena sesungguhnya kita adalah saudara se-aqidah, innamal mukminuna ikhwah.

Kepada pemerintah apabila anda tidak amanah dalam mengurusi urusan rakyat dan tetap melakukan tindakan yang menzalimi rakyat, represif terhadap perjuangan umat islam, apalagi anti terhadap islam, maka akan menjerumuskan kepada kebinasaan dan kepediahn dunia dan akhirat.
Perhatikan :

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoaka para pemimpin antar yang amanah dan yang zalim terhadap rakyatnya. “Ya Allah, siapa saja yang mengurus urusan umatku ini, yang kemudian ia menyayangi mereka, maka sayangilah ia. Dan siapa saja yang menyusahkan mereka, maka susahkanlah ia. “[HR. Muslim].


Hasbunallah wa ni’amal Wakil, ni’,mal maula wa ni’man nashiir. [PA]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox