Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Sabtu, 01 Juli 2017

HENTIKAN SEGALA BENTUK GELAGAT & AKSI TEROR


Adam Syailindra
Forum Aspirasi Rakyat (FAR)

Segala bentuk gelagat dan aksi teror wajib dihentikan. Kenapa? Karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan, peri keadilan dan peri ketuhanan. Masyarakat dunia pun mengecam kejahatan ini.

Dalam pandangan seluruh agama termasuk Islam pasti melarang (haram) melakukan segala bentuk teror yang tentunya akan membahayakan rakyat serta mengancam kedaulatan negara. Sang pelaku inilah disebut teroris yang akan mengancam stabilitas ekonomi, sosial, dan politik.

Gelagat dan aksi teror. Bisa dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja jika ada indikasi kuat 3 hal berikut; (1) Adanya niat pelaku, (2) Adanya kesempatan, (3) Adanya alat/media. Dari ketiga hal inilah teror bisa dilakukan untuk menakuti, mengancam dan menyudutkan objek tertentu.

Sepak terjang pasca seruan WOT tahun 2001 dunia dibuat heboh oleh runtuhnya gedung pusat ekonomi di Amerika. Pasca kejadian itu seruan akbar oleh George Bush dikumandangkan lantang hingga penetrasi penyerangan ke negeri muslim (ex:Iraq, Afganistan, Suriah) dan stigmaisasi Islam pun gencar dilakukan diberbagai benua serta pertemuan tinggi negara Eropa dan Asia-Pasifik.

Masih ingatkah Anda peristiwa bom 1945? Peristiwa itu dicatat dalam sejarah dunia bahwa bom terdahsyat yang pernah dijatuh-ledakkan oleh USA kepada Jepang di kota Hirosima dan Nagasaki menjadi trendding topic. Bom bernama The Fat Man yang meluluh lantakkan kota Nagasaki, beratnya sekitar 5 ton dan tingginya 10,6 kaki. Apakah ini bukan bentuk gelagat dan aksi teror, yang telah menewaskan -+ 255.000 jiwa melayang dan terlunta?!

Kembali mengenai gelagat dan teror yang bisa dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja. Kejahatan teror ini bisa saja dikonsep dan dilakukan oleh berbagai pihak. Pola, jaringan, motif dan media yang digunakan bervariasi yang terkadang unik jika disebutkan yang malah membuat heran. Seolah pelaku teror tak ada habis matinya seperti ternak yang akan dipanen pada waktunya dan mengharap kucuran dana hasil proyek tertentu.

Gelagat dan aksi teror ini merupakan tindakan menakuti dan mengancam objek yang dituju. Teror penguasa kepada rakyat dengan kebijakan menaikkan BBM, sembako dan listrik. Teror aparat yang semena-mena menangkap terduga teroris bahkan kekinian publik membaca terkesan adanya kriminalisasi dan persekusi aktivis, ormas dan ulama Islam. Teror Investor asing-aseng-asong yang merampok SDA Indonesia dan penguasaan penuh bisnis bahan baku, property dan pergudangan. Teror Geng motor dan geng begal yang meresahkan masyarakat. Bukankan ini fakta gelagat dan teror bukan? Mari cerdas dan adil bersikap.

Sungguh kami ingin tata dunia yang aman, adil, makmur dan berkah. Oleh karena itu wahai Penguasa dan  Pelaku Teror, hentikan segala bentuk gelagat dan aksi teror. Sebelum pengadilan akhirat menjerat Anda dengan pasal berlapis dengan ayat-ayat kemanusiaan, keadilan dan ketuhanan. Sadar dan berbuat baiklah selagi ada 3 hal ini; Niat, Kesempatan dan Alat/Media. Sehingga akhir kematian Anda tenang, lapang dan mendapat ridho-Nya.

Surabaya, Syawalan | 1 Juli 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox