Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Selasa, 06 Juni 2017

Aktivis Jogja : Kawanku, ada 4 Metode Melawan Penjajahan Gaya baru


Kawanku, saudaraku, sampaikanlah berita ini pada seluruh koalisi kita. Kabarkanlah pada pemuda-pemuda Muslim yang masih terpendam bara perjuangan di dalam dadanya, tersimpan ghiroh pembebasan di relung pikiran mereka.

Sampaikan, dan sampaikanlah bahwa perjuangan ini telah menemukan momentum terbarunya. Telah tiba masa kita bersatu dalam nafas panjang yang sama, menepikan segala perbedaan yang selama ini telah mengaburkan jalan juang kita. Namun, jauhkan kabar ini dari telinga dan matanya para pengkhianat, yang hatinya telah dingin dan mati dari semangat kebangkitan Islam yang tak lama lagi akan menjelang.

Hari ini, sungguh tak ada yang bisa menafikan kemandulan peradaban kita. Liberalisme-Sekulerisme dan segala derivasinya telah menimbulkan persoalan sistemik yang tak pernah mampu diselesaikan olehnya.

Siapa yang bisa menolak bahwa Islam dan para pengembannya hari ini telah diinjak-injak. Adalah sebuah kenyataan pahit bahwa kita telah dipinggirkan dari negeri kita sendiri. Diadu-domba dalam pusaran arus yang diciptakan oleh musuh-musuh yang nyata. Ajaran-ajaran kita dikriminalisasi pada taraf yang mengkhawatirkan lagi mengerikan. Kita, para pemuda Islam, penerus generasi ini telah dipecundangi berkali-kali oleh oligarki demokrasi yang despotik tirani.

Kawanku, saudaraku, kesadaran inilah yang mesti kita kejar terus-menerus, sampaikan pada seluruh masyarakat negeri, bahwa rezim hari ini sebagai kepanjangan Kapitalis global (Amerika dan sekutunya) tengah membawa kita pada perbudakan, kehancuran peradaban yang mengerikan. Hak kita diperkosa, dirampas dan diperebutkan oleh kaum serakah yang tak peduli. Pola penjajahan ini sungguh semakin membabi-buta. Hingga kini kritik jelas-jelas dilarang, nasehat para ulama yang ikhlas telah dibuang dan tak didengarkan lagi oleh para penguasa negeri.

Maka, jadi keperluan mendesak bagi para pemuda Islam generasi terbaru ini, menjadi harus bagi kita, tidak bisa tidak untuk mendesain arah gerakan dan tujuan bersama. Metode melawan penjajahan gaya baru yang dilancarkan oleh musuh dalam perang pemikiran modern ini, untuk kemudian memenangkan pertarungan suci, dan kembali mengambil alih kendali peradaban.

Pertama, adalah tugas gerakan muda Islam saat ini untuk menyiapkan massa revolusioner yang memahami pemikiran-pemikiran Islam secara mendasar. Membentuk secara massif pembinaan di tengah-tengah masyarakat secara intensif, menggiring pemikiran masyarakat kembali pada akar berpikirnya yang shohih, akar berpikir Islam, hingga ia tersebar secara umum, dan muncul tuntatan untuk kembali pada Islam dalam mengatur kehidupan mereka.

Kedua, kita telah menyadari bahwasanya perang pemikiran benar-benar tengah berlangsung. Maka perang ini harus kita perjelas sejelas-jelasnya. Menentang segala pemikiran dan sistem yang rusak serta merusak. Melawan dan memerangi pemikiran yang salah, konsep yang keliru. Menolak seluruh pemikiran yang bertentangan dengan Islam, dan menjelaskan pada seluruh elemen pergerakan kita bahwa sekulerisme beserta derivasinya, materialisme beserta turunannya telah mengacaukan pemikiran Islam kita. Hingga kita mampu mengungkap kepalsuan, kekeliruan, dan kontradiksinya dengan Islam, agar masyarakat bisa diselamatkan darinya dan dari berbagai pengaruhnya.

Ketiga, melakukan perjuangan-perjuangan politik yang konsisten di atas pondasi berpikir Islam, yang tercermin dalam aktivitas-aktivitas massif yang dilakukan bersama;

1. Menyadari posisi politik global dan di mana posisi kita dalam arus pertempuran pemikiran ini. Untuk kemudian berjuang melawan negara-negara neo-imperialisme dan neo-kolonialisme (Amerika dan sekutunya), yang memiliki kekuasaan dan pengaruh di negeri-negeri  Islam, terkhusus Indonesia. Berjuang melawan penjajahan dalam segala bentuknya; pemikiran, politik, ekonomi maupun militer. Mengungkap persekongkolan di tengah-tengah mereka agar kita dan masyarakat ini selamat dari dominasinya yang licik dan culas, serta terbebas dari pengaruhnya dalam berbagai bentuknya.

2. Menentang para penguasa di negeri-negeri Islam, khususnya Indonesia dalam konteks kita hari ini. Mengungkapkan kejahatan mereka, mengoreksi dan mengkritiknya, membongkar perselingkuhan mereka dengan negeri-negeri penjajah Amerika dan sekutunya, ketika mereka memperkosa hak-hak kita dan seluruh masyakarat. Sadarkanlah masyarakat kita bahwa penguasa hari ini telah mengabaikan kewajiban mereka terhadap kita, mereka telah melalaikan sebagian besar urusan rakyat. Bahkan jika perlu, kita harus melakukan pembersihan terhadap pemerintahan yang menerapkan hukum dan sistem yang curang, kotor, dan menindas ini. Kemudian menggantinya dengan pemerintahan yang berlandaskan Islam, yang dalam sejarahnya telah terbukti menciptakan kestabilan dan kesejahteraan bagi masyarakat dunia.

Keempat, mengadopsi kepentingan masyarakat yang bersifat substansial. Mengambil dan mempelajari segala persoalan, peristiwa dan problem aktual yang menimpa kita hari ini, kemudian menjelaskan hukum Islam berkaitan dengan itu semua. Sehingga masyarakat ini memahami bagaimana Islam bekerja untuk mengatasi masalah-masalah mereka, mengerti keperluan akan menerapkan Islam untuk menyelesaikan seluruh persoalan yang menimpa mereka hari ini.

Dengan menjalankan keempat langkah mendesak itu, maka kita akan bekerja secara revolusioner. Menembus batas perbedaan, bersatu dalam langkah yang terang. Apapun bendera, kita sembunyikan dalam satu bentangan kibaran Islam yang luas. Kita kerahkan segala daya dan upaya untuk kebangkitan Islam yang tak lama lagi ini, menghancurkan segala rintangan dan tembok rapuh para musuh yang membenci Islam. InsyaAllah, aktivitas kita, arah dan tujuan, jalan ini akan mengantarkan pada kemenangan yang dijanjikan. InsyaAllah kawanku, saudaraku.

Wallahu’alam Bisshowab.

Jogjakarta

Saudaramu, Vier A. Leventa *Aktivis GEMA Pembebasan Yogyakarta dan Aliansi Silaturahim Jogja Bergerak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox