Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Sabtu, 27 Mei 2017

Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Makassar Bela Rakyat Menggelar Aksi Damai


 
Aksi didepan DPRD Sulsel




Makassar (24/5/17). Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Makassar Bela Rakyat (APMMBR) menggelar aksi damai yang bertempat di Gedung DPRD Provinsi Sulsel. Adapun latarbelakang diadakannya aksi damai tersebut dilandasi dengan masih berjalannya proses kriminalisasi terhadap ulama, para aktivis dan Ormas Islam. Koordinator Lapangan Aliansi ini, Abd. Khaliq menyebutkan bahwa sampai saat ini isu radikalisme, mengancam kebhinekaan, makar dan sebagainya mejadi marak bergulirkan disebabkan carut-marutnya Pilkada Jakarta dan itu hanya ditujuan untuk umat muslim saja.


Tidak hanya itu upaya pembubaran Ormas Islam, dalam hal ini Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dinilai menzalimi. Terkesan hal ini merupakan agenda politik untuk membungkam gerakan dakwah HTI yang selama ini konsistensi kritis terhadap kebijakan zalim oleh rezim. Bahkan rencana pembubaran HTI seakan seperti tumbal atas kekalahan Ahok. Hal ini justru menunjukkan bahwa rezim saat inilah yang radikal dan pemecah belah rakyat.



APMMBR tidak hanya melakukan aksi damai lewat parlemen jalanan, aliansi ini juga melakukan audiansi dengan satu orang anggota DPR yang diwakili oleh Imbar Ismail. Hadir perwakilan dalam audiensi itu dari Gema Pembebasan Kota Makassar, LPAS, LPI, BKLDK Kota Makassar, LK-Uswah Unhas, LDK LDM Umi, Prisma SC Umi, Majelis Jihad STMIK Dipanegara, Majelis Kalam Polimedia Makassar, LDK MPM Asy-Syabab UPRI, LDK Fosdik Al-Umdah UNM, LDK Fulslat Unismuh, LDK HUmaniora PNUP, serta Organisasi Pemuda dan Mahasiswa lainnya. Lewat audiensi itu pula disampaikan beberapa tuntutan lewat pernyataan sikap.


APMMBR menuntut,

(1) pemerintah untuk menghentikan upaya kriminalisasi terhadap ulama, aktivis islam seperti ustadz Habib Rizieq Shihab, Ustadz Bachtiar Natsir serta ulama dan aktivis Islam lainnya, serta gerakan dakwah Islam seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

(2) Menolak pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Ormas Islam lainnya.

(3) meminta kepada pemerintah untuk introspeksi atas kebijakan-kebijakn neoliberal yang menyangsarakan rakyat dan diskriminasi yang dilakukan terhadap umat Islam, justru hal tersebut yang menjadi pemecah belah Indonesia.

(4) Menuntut kepada pemerintah untuk membebaskan para ulama dan aktivis Islam yang ditahan dengan tuduhan yang mengada-ngada serta menghentikan proses hukum yang direkayasa terhadap para ulama seperti ustadz Muhammad Al-Khatathath.

(5) Menyerukan kepada masyarakat untuk turut berjuang Bersama APMMBR melawan setiap kezaliman dan kesewenangan-wenangan rezm terhadap umat Islam, ulama umat muslim dan gerakan dakwah Islam serta menolak rezim represif anti-Islam.



Setelah menyampaikan aspirasinya, massa kemudian mengumpulkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan terhadap tuntutan yang diusung. Ditutup dengan doa Bersama dan massa membubarkan diri dengan tertib  setalah itu. Aksi berjalan dengan damai dan sesuai dengan agenda aksi.[]




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox